Saturday, January 17, 2026
HomeEntertainmentFilm Alas Roban Tak Hanya Sekedar Film Horor, Tapi Tentang Kasih Sayang...

Film Alas Roban Tak Hanya Sekedar Film Horor, Tapi Tentang Kasih Sayang Seorang Ibu

IndonesianJournal.id, Jakarta – Alas Roban, sebuah wilayah yang masuk teritorial Jawa Tengah menjadi jalur yang dikenal dengan cerita-cerita mistisnya. Jalur yang masih rindang akan pohon-pohon besar, jalan berkelok dan minimnya penerangan jalan, kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

Kisah-kisah mistis terkait kawasan Alas Roban melahirkan banyak cerita yang berkembang di masyarakat, dan cerita ini juga yang diangkat menjadi film horor dengan judul Alas Roban dengan Sutradara Hadrah Daeng Ratu.

“Alas Roban menyimpan banyak sejarah dan misteri. Jalur ini dikenal sebagai salah satu lintasan paling angker di Jawa,” kata Hadrah saat press screaning film yang dibintangi Michelle Ziudith sebagai Sita, Rio Dewanto sebagai Anto, Taskya Namya sebagai Tika, Imelda Therinne sebagai Dewi Raras, serta Fara Shakila sebagai Gendis, pada Senin (5/1) di XXI Epicentrum, Kuningan Jakarta Selatan.

Film ini bercerita tentang Sita bersama anaknya, Gendis, harus melakukan perjalanan malam dengan bis melalui kawasan Alas Roban. Tanpa Sita dan Gendis sadari, ada hal-hal tak sewajarnya mereka temui saat bis terpaksa berhenti ditengah hutan, karena mogok.

Lebih dari sekedar film horor, film Alas Roban pun menggambarkan besarnya kasih sayang Sita, sebagai ibu, kepada Gendis, anak perempuannya yang saat itu memiliki keistimewaan. Meski tidak bisa menyatakan cintanya kepada sang Anak, namun Sita membuktikan sayangnya tersebut dengan tindakan dan pengorbanan. Ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dimana orang tua tidak mampu mengungkapkan sayangnya, semetara si anak merasa terabaikan oleh orang tua yang terkesan acuh. Dan baru terungkap setelah orang yang dimaksud menghilang.

Film yang akan mulai tayang di bioskop di Indonesia pada 15 Januari 2026 ini juga memberikan pesan moral tentang keserakahan yang dibenci oleh alam. Yang merubah alam yang bersahabat, menjadi alam yang seakan menjadi musuh manusia.

Tidak hanya meramu kisah yang memiliki nilai paranting dan kehidupan sosial, film ini juga meramu semua kisah mistis yang sering jadi perbincangan khalayak dalam film yang berdurasi 100 menit ini.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments