IndonesianJournal.id, Jakarta – Hari Raya Idulfitri 1447 H akan segera dirayakan oleh segenap umat Islam di dunia. Seperti tahun-tahun sebelumnya selalu ada sebagian umat Islam yang merayakan Hari Raya Idulfitri lebih awal dari pada umat Islam kebanyakan. Mereka adalah jamaah Tarekat Naqsyabandiyah, yang kalau di Indonesia memiliki jamaah terbesar di Sumatera Barat.
Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah, yang sering kali menetapkan 1 Syawal beberapa hari lebih awal dari keputusan Sidang Isbat Pemerintah. Jadi penasaran ga sih dengan siapa sebenarnya mereka? Mengapa metode penetapan lebarannya berbeda, dan apa rahasia di balik tradisi zikir sunyi mereka yang masyhur?
Tim redaksi Indonesian Journal merangkum dari berbagai sumber untuk mengenal lebih dekat Tareka Naqsyabandiyah.
Silsilah Suci: Menyambung ke Abu Bakar Ash-Shiddiq
Secara historis, Naqsyabandiyah bukanlah aliran baru. Nama ini diambil dari Syeikh Bahauddin al-Naqsyabandi (abad ke-14). Uniknya, jika mayoritas tarekat bersambung ke Ali bin Abi Thalib, Naqsyabandiyah merupakan satu-satunya jalur yang nasab spiritualnya bersambung langsung kepada sahabat terdekat Nabi, Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Di Indonesia, aliran ini telah berakar selama berabad-abad, menjadi pilar tasawuf yang sangat dihormati karena kedisiplinannya dalam menjaga kemurnian syariat Islam.
Zikir Sirri: Seni “Mengukir” Nama Tuhan dalam Diam
Ciri khas paling utama dari ajaran ini adalah Zikir Sirri atau zikir di dalam hati. Berbeda dengan zikir yang dilafalkan dengan suara keras, penganut Naqsyabandiyah melatih diri untuk menyebut nama Allah dalam setiap detak jantung tanpa suara lahiriah.
Filosofinya sangat mendalam: tangan boleh sibuk dengan urusan dunia (bekerja/berkarya), namun hati tetap terpaut (berzikir) kepada Sang Pencipta. Metode ini dianggap sebagai latihan keikhlasan tingkat tinggi agar ibadah tidak terjebak pada sifat pamer (riya).
Meski menantang karena risiko rasa kantuk yang tinggi, para jamaah menggunakan teknik pernapasan khusus untuk menjaga kesadaran tetap utuh selama berjam-jam dalam kesunyian.
Mengapa Lebaran Mereka Lebih Awal?
Perbedaan tanggal Lebaran (seperti pada 19 Maret 2026 ini) sering kali menimbulkan pertanyaan. Secara ilmiah dan fiqih, hal ini didasari oleh:
-
Metode Hisab Qamariyah Klasik: Mereka merujuk pada perhitungan astronomi Islam (ilmu falak) yang tertuang dalam kitab-kitab rujukan tarekat (seperti Kitab Munjid).
-
Kepastian Sunnatullah: Bagi mereka, peredaran bulan adalah hukum alam yang pasti dan bisa dihitung secara matematis tanpa harus bergantung pada penglihatan mata manusia yang bisa terhalang cuaca.
-
Ketaatan pada Mursyid: Penetapan ini merupakan ijtihad dari pemimpin spiritual (Mursyid) yang ditaati oleh para pengikutnya sebagai bentuk kepatuhan ilmu.
[Image comparing Hilal observation methods: Rukyatul Hilal vs Hisab Qamariyah]
Keberagaman yang Memperkaya Indonesia
Penting untuk dipahami bahwa meskipun memiliki perbedaan teknis dalam beribadah dan menetapkan tanggal raya, Tarekat Naqsyabandiyah tetap berpijak pada rukun Islam dan rukun iman yang sama. Syahadat, kiblat, dan kitab suci mereka tetap sama dengan umat Muslim lainnya.
Perbedaan ini justru menjadi cermin betapa kayanya khazanah pemikiran Islam di Nusantara. Sebuah harmoni dalam keberagaman yang menunjukkan bahwa ada banyak jalan menuju ketenangan batin, salah satunya melalui “jalur sunyi” zikir hati.
Sumber Informasi & Rujukan:
-
Sejarah & Silsilah: Merujuk pada literatur klasik tasawuf dan Ensiklopedia Islam mengenai biografi Syeikh Bahauddin al-Naqsyabandi dan konsep Golden Chain (Silsilah Emas) Naqsyabandiyah.
-
Metode Zikir: Berdasarkan kajian ajaran Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah dan Haqqani mengenai praktek Zikir Sirri dan teknik Lathaif (titik-titik halus).
-
Penetapan Hari Raya: Merujuk pada prinsip-prinsip Ilmu Falak dan Hisab Qamariyah yang umum digunakan oleh berbagai komunitas tarekat di Indonesia, serta kutipan hadis populer mengenai Rukyatul Hilal (HR. Bukhari & Muslim) dan ayat Al-Qur’an tentang ketaatan pada Ulil Amri (QS. An-Nisa: 59).
-
Keberagaman di Indonesia: Data pengakuan dan keberadaan tarekat ini didukung oleh informasi dari organisasi induk tarekat di Indonesia seperti JATMAN (Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah).




Program mudik gratis tahun ini difokuskan pada enam kota tujuan utama di Jawa yang memiliki arus mudik tertinggi. Armada bus yang disiapkan telah melalui uji kelaikan jalan (ramp check) untuk menjamin keselamatan seluruh penumpang selama perjalanan.
Bagi banyak wanita, perhiasan bukan sekadar aksesori, melainkan simbol kepercayaan diri. Dalam pameran kali ini, sorotan utama tertuju pada koleksi yang fleksibel—bisa dikenakan untuk acara silaturahmi formal maupun santai.
Melalui kampanye bertema #TenangKuatkanLangkahmu, Wardah menyelenggarakan Global Quran Movement 2026. Program ini dirancang untuk mengajak perempuan Muslim di seluruh dunia menemukan ketenangan hati melalui interaksi dengan Al-Qur’an.
Di sisi lain, brand perawatan pria Kahf meluncurkan Global Ramadan Connect 2026. Program ini bertujuan membangun ruang kolaboratif bagi para pria untuk saling mendukung dan bertumbuh bersama selama bulan suci.
Implementasi program ini dilakukan secara strategis dengan menggandeng komunitas lokal dan diaspora Muslim di:
Di antara deretan koleksi yang tampil, desainer Yani Halim membawa napas segar melalui eksplorasi material yang kontras. Mengusung tema Ramadan dan Idul fitri, Yani tidak memilih jalur aman. Ia justru memadukan batik tulis yang sarat nilai historis dengan material denim yang kasual dan berjiwa muda.
Keputusannya menggunakan denim bukanlah tanpa alasan. Baginya, pasar anak muda memiliki selera yang sulit ditebak namun sangat loyal terhadap material jeans. Dengan mengawinkan denim dan batik, Yani berhasil menciptakan jembatan agar generasi muda tetap merasa relevan saat mengenakan wastra di hari raya.
Acara ini menghadirkan berbagai sesi pemaparan dari tim internal COSMAX Indonesia terkait tren packaging dan tren formula, strategi localization, evaluasi kinerja supplier, serta rencana quality improvement project 2026 untuk menjaga konsistensi standar kualitas dalam rantai pasok. Pengumuman pengembangan fasilitas produksi baru juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat kapasitas operasional serta kesiapan menghadapi pertumbuhan pasar.
Di setiap masjid, sekitar 100 hingga 500 jemaat menerima bingkisan takjil berupa Festive Dessert Aice Mooochii berbagai varian rasa seperti Vanilla, Cokelat, Durian, Klepon, Peach, Banana, dan varian terbaru yaitu Aice Mooochii Mango. Aice Mooochii Mango adalah perpaduan kulit mochi yang chewy dan isian es krim mangga yang segar dengan kejutan jelly bits di dalamnya yang cocok sebagai teman buka puasa.
Setelah Surabaya, kemeriahan IIMS Series akan berlanjut ke Pulau Kalimantan melalui IIMS Balikpapan yang akan digelar pada 21–25 Oktober 2026 di BSCC Dome.
Keberhasilan ![[Gambar 1] BCA Digital Rayakan Ramadan Lewat #bluBuatBaik dengan Berbagi Takjil dan Edukasi Finansial](https://www.indonesianjournal.id/wp-content/uploads/2026/03/Gambar-1-BCA-Digital-Rayakan-Ramadan-Lewat-bluBuatBaik-dengan-Berbagi-Takjil-dan-Edukasi-Finansial-696x392.jpg)
Dalam momentum Ramadan, BCA Digital juga memperkenalkan kemudahan fitur dalam aplikasi blu yang memungkinkan pengguna untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara digital melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Melalui fitur ini, masyarakat dapat menyalurkan ZIS dengan lebih praktis, aman, dan terintegrasi langsung melalui aplikasi blu.