IndonesianJournal.id, Bali – CEO Wedoo, Valerine Chandrakesuma, menampilkan inovasi mesin pengolahan limbah yang mampu mengubah sampah menjadi produk alternatif bernilai tambah dalam ajang Bali Ocean Days yang digelar di Jimbaran Convention Center, Bali, Sabtu (31/1/2026).
Mesin pengelolaan limbah tersebut dirancang untuk menjawab tantangan pengolahan sampah, khususnya di kawasan wisata dan daerah terpencil. Teknologi ini mampu mereduksi volume sampah secara signifikan sekaligus mengolahnya menjadi material yang dapat dimanfaatkan kembali.
Valerine menjelaskan, persoalan sampah masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi keberlanjutan pariwisata bahari Indonesia.
Menurutnya, tanpa sistem pengelolaan limbah yang efektif, kerusakan lingkungan laut akan berdampak langsung pada daya saing destinasi wisata.
“Lingkungan laut yang sehat adalah fondasi pariwisata bahari. Ketika laut tercemar dan ekosistem rusak, maka daya tarik wisata seperti menyelam dan berselancar juga akan hilang,” ujarnya.
Melalui inovasi tersebut, Wedoo berupaya menghadirkan solusi praktis yang tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dari limbah. Dengan teknologi pemadatan dan pengolahan, sampah yang sebelumnya menjadi biaya operasional dapat diubah menjadi aset bernilai.
Kehadiran mesin ini sejalan dengan semangat Bali Ocean Days 2026 yang mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan laut dan pesisir. Forum tersebut mempertemukan pelaku industri, komunitas lingkungan, dan pemerintah untuk merumuskan solusi nyata bagi pariwisata bahari yang berkelanjutan.
Wedoo berharap inovasi pengelolaan limbah ini dapat diadopsi lebih luas di berbagai destinasi wisata bahari di Indonesia, guna mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi lokal. (harris)

