IndonesianJournal.id, Tangerang – Pameran laboratorium terbesar di Indonesia resmi digelar selama 3 (tiga) hari di ICE BSD city. Mulai dari 15-17 April ini, Lab Indonesia 2026 akan diisi dengan berbagai pameran dan kegiatan ilmiah. Selain menghadirkan perusahaan teknologi laboratorium global, terdapat juga ruang diskusi ilmiah bagi pemangku kepentingan industri, regulator, dan akademisi.
Memasuki edisi ke-8, pameran Lab Indonesia mengangkat tema yang berkorelasi dengan keberlanjutan. Kristi Wulandari, selaku Deputy Event Director PT. Pamerindo Indonesia menyebutnya “Shaping the Future of Indonesia’s Laboratory Industry : Innovation, Standards, and Global Competitiveness”. Hal ini sebagaimana pandangannya terhadap Indonesia sebagai negara dengan pasar strategis laboratorium dunia.
“Pada edisi ke-delapan ini kami menghadirkan skala yang lebih besar, program yang lebih beragam, serta kolaborasi strategis, agar pemangku kepentingan memanfaatkan laboratorium sebagai modal keberlanjutan,” terangnya saat pembukaan Lab Indonesia 2026 (15/4/2026).
Senada dengan hal tersebut, perwakilan BRIN, Ratno Nuryadi memandang pameran laboratorium terbesar di Indonesia ini sejalan dengan peta jalan riset nasional.
“Bahkan, sesuai dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) oleh Kementeriannya Perindustrian. Dukungan laboratorium yang andal penting untuk penguatan industri manufaktur berbasis teknologi tinggi,” tambah Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Tujuan Lab Indonesia 2026
Di Indonesia, kebutuhan terhadap layanan dan teknologi laboratorium terus meningkat. Infrastruktur ilmiah ini memiliki peran krusial di dalam mendukung riset, inovasi, serta pengembangan industri dari berbagai sektor. Dengan lebih dari 10.500 laboratorium kesehatan masyarakat, pasar laboratorium klinis diproyeksikan mencapai lebih dari USD 3,2 milyar pada 2027.
Kristi Wulandari bilang, pameran laboratorium terbesar di Indonesia itu mencakup sektor produk kimia untuk sektor medis, farmasi, pendidikan, dan penelitian ilmiah. Oleh karenanya, pameran Lab Indonesia berkembang menjadi platform bisnis strategis antar sektor.
“Lab Indonesia 2026 juga berperan sebagai platform bisnis strategis yang mempertemukan inovasi, penemuan, serta teknologi laboratorium dari berbagai negara untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang”, terangnya.
Sebagai pasar strategis laboratorium dunia, pameran Lab Indonesia 2026 diikuti oleh perusahaan-perusahaan dari 16 negara. Di antaranya perusahaan dari Amerika Serikat, China, Finlandia, India, Inggris, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, dan lain sebagainya. Hal ini diakui Kristi menjadi cerminan meningkatnya perhatian global terhadap perkembangan industri laboratorium di Indonesia.
