Jakarta Future Festival, Pramono: Perlu Diadakan untuk Daya Tarik Kota

Indonesian Journal, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai penyelenggaraan Jakarta Future Festival (JFF) penting untuk memperkuat identitas sekaligus meningkatkan daya tarik kota. 

“Ini merupakan acara tahunan yang menunjukkan bagaimana Jakarta melihat dan memotret berbagai hal, kemudian merencanakan masa depan dengan berbagai pendekatan,” kata politisi PDI Perjuangan itu, Jumat (5/6).

Menurutnya, festival semacam ini perlu terus diadakan agar Jakarta semakin hidup dan memiliki banyak pilihan kegiatan kreatif yang menarik perhatian warga maupun wisatawan.

“Mudah-mudahan acara seperti ini membuat Jakarta penuh warna, penuh pilihan, dan bisa apa saja selama itu memberikan kenyamanan dan kebaikan bagi warga Jakarta,” ujarnya, dalam pembukaannya di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.

Kegiatan ini juga diproyeksikan menjadi ruang gagasan dan diskusi lintas sektor untuk membahas arah pembangunan kota global.

Rancang Masa Depan Kota Jelang 500 Tahun Jakarta

Momen festival ini bertepatan dengan perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2026. Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) DKI Jakarta merancang kegiatan tersebut dengan pendekatan budaya, seni, kebijakan, hingga perencanaan infrastruktur yang dapat dinikmati oleh umum.

JFF 2026 berlangsung di kawasan Taman Ismail Marzuki selama tiga hari hingga 7 Juni 2026 dengan berbagai program kegiatan. 

Sebagai ruang diskusi, festival ini menghadirkan Jakarta’s Forecast, Urban Talks, Urban Policy Lab, Urban Debate, hingga Urban Study Case. Selain itu, terdapat pameran inovasi, hingga booth UMKM yang dikurasi Kementerian Ekonomi Kreatif dan DPPKUKM DKI Jakarta.

Untuk memperkuat narasi kota, pengunjung diajak merefleksikan identitas serta posisi strategis Jakarta menjelang usia lima abad pada 2027. Agenda utamanya adalah dengan mengangkat Tema Jakarta’s Forecast: Jakarta 500 – Memory, Character, and the Future of a Global City.

Tak hanya itu, festival juga mempertemukan peserta dengan 19 profesor dari berbagai universitas internasional. Mereka bertukar pandangan mengenai pembangunan perkotaan, ketahanan kota, hingga strategi menghadapi tantangan urban di masa depan.

Melalui festival ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kolaborasi antar pemangku kepentingan dapat mempercepat transformasi kota sekaligus membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas dalam proses pembangunan.

“Kami berharap JFF 2026 menjadi ruang lahirnya gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang konkret untuk mempercepat transformasi Jakarta menuju Top 20 Global City, sekaligus memastikan pembangunan inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Pramono dalam rangkaian Jakarta Future Festival.

Community Podcast

Latest articles

Related articles