Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk Hadirkan Indahnya Ciatok Wedding

Indonesian Journal, Jakarta – Penikahan yang mengikuti tradisi budaya selalu menjadi hal yang menarik. Karena setiap suku punya adat pernikahannya sendiri yang unik. Rangkaian yang tidak mudah dan makan waktu, namun sarat akan makna.

Salah satunya pernikahan adat Cina. Meski cina bukan asli dari Indonesia, tapi sebagian adatnya telah menjadi bagian dari budaya Indonesia yang dibawa bangsa Cina ribuan tahun yang lalu ke Indonesia, dan sekarang menjadi warga negara Indonesia. Budaya Cina menambah keaneka ragaman budaya yang ada di Indonesia.

Ciatok adalah rangkaian terakhir urutan pernikahan dari adat Cina. Konsepnya adalah perjamuan resmi di mana para tamu duduk manis di meja bundar, biasanya berkapasitas sekitar 8 hingga 10 orang per meja. Bukan sekedar makan, Ciatok sarat dengan nilai-nilai, seperti meja bundar yang bermakna kesetaraan dan keutuhan, menggunakan meja putar yang memiliki makna berbagi. Sementara para tamu yang duduk dan makan dengan cara dilayani memiliki arti penghormatan.

“Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk menawarkan Ciatok Wedding, sesuai dengan konsep aslinya. Meski saat ini marak pernikahan digelar secara modern, namun masih ada warga Cina yang mempertahankan budaya Ciatok ini. Karena, memang syarat akan makna,” ungkap General Manager Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk, Tohirudin Ben Alhajj, saat menjamu para awak media momen The Ciatok Wedding Showcase Minggu (4/9).

Hidangan dalam Ciatok terdiri dari 8-10 menu yang dihidangkan secara berurutan dan penuh dengan filosofi. Berikut urutan penyajian hidangan pada Ciatok:

  • Hidangan Pembuka (Appetizer): Biasanya berupa kombinasi hidangan dingin yang menggugah selera. Biasanya berupa sup special, Contohnya sup kepiting asparagus atau sup hisit (sirip ikan hiu/alternatifnya).

  • Menu Utama (Ayam/Bebek & Ikan Utuh):

    • Ikan Utuh: Kata ikan (Yu) berhomofon dengan rezeki yang “berlebih”. Ada tradisi unik di mana ikan tidak boleh dibalik tulangnya saat dimakan sebagai simbol keselamatan (menghindari perahu terbalik).

    • Ayam/Bebek Utuh: Melambangkan kebahagiaan, keutuhan, dan kesetiaan.

  • Hidangan Penutup (Dessert): Biasanya disajikan pencuci mulut yang manis, seperti sup buah, manisan lo Han Kuo, atau agar-agar tradisional untuk menutup jamuan dengan harapan manisnya kehidupan pernikahan.

Menu-menu inilah yang diadopsi dan disajikan pada Ciatok Wedding yang ditawarkan Hotel Santika Hayam Wuruk.

“Meski kami menawarkan konsep pernikahan Ciatok, kami tetap menggunakan bahan makanan yang halal. Dan untuk memastikan mutu bahan Executive Chef kami yang langsung turun belanja bahannya,” tutur Tohirudin lagi.

Menawarkan venue pesta pernikahan Batavia Grand Ballroom yang berkapasitas hingga lebih dari 100 orang untuk paket Ciatok dan fasilitas pendukung seperti area parkir gratis, Hotel Santika Hayam Wuruk ingin hadir sebagai partner wedding, bukan hanya penyedia tempat. Konsep tersebut mencakup sajian, venue, pelayanan, hingga kebutuhan acara yang dapat disesuaikan dengan karakter pesta.

Community Podcast

Latest articles

Related articles