Petani Kopi Indonesia dari Empat Daerah Ini Siap Sapa Dunia di TEI 2026

Indonesian Journal, Jakarta — Petani kopi Indonesia dari empat daerah sentra tampil mewakili koperasi di Zona Kopi, Teh, dan Kakao TEI 2026. Kehadiran mereka berdampingan dengan perusahaan eksportir besar, bukan sekadar pelengkap pameran.

Zona KoTeKa di Hall 3A ICE BSD City memfasilitasi pelaku usaha hasil kurasi Kemendag. Area pameran kopi diisi mulai dari perusahaan eksportir hingga koperasi petani dari daerah sentra kopi nusantara.

Konsep “Coffee from Indonesia to the World” menjadi semangat di balik kehadiran mereka. Pendekatan ini dirancang memperkenalkan keberagaman dan kualitas kopi Indonesia langsung ke pasar global.

Empat daerah sentra kopi hadir mewakili kekayaan karakter kopi nusantara: Aceh, Sumatra Utara, Jawa Timur, dan Lampung. Rilis resmi belum merinci nama koperasi spesifik, namun kehadiran mereka menegaskan kopi Indonesia bukan produk tunggal yang seragam.

“Kopi Indonesia memiliki kekuatan dari keragaman daerah asal, kualitas, dan karakter produknya,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi. Kemendag terus mendorong pelaku usaha memperluas akses pasar sekaligus memperkuat citra kopi Indonesia.

Panggung pembuktian bagi petani dan pelaku usaha kopi turut hadir lewat Kontes Kopi Spesialti Indonesia ke-18. Kompetisi ini berlangsung 14-15 Oktober 2026, berdampingan dengan seminar dan lokakarya peluang bisnis kopi.

Di balik rekor ekspor kopi Indonesia senilai USD2,51 miliar pada 2025, ada rantai kerja panjang dari kebun hingga pelabuhan ekspor. Capaian yang tumbuh 53,2 persen ini bukan hasil kerja eksportir semata, melainkan kolaborasi dari petani hingga pelaku usaha hilir.

Posisi Indonesia sebagai eksportir kopi terbesar kedelapan dunia turut ditopang keragaman asal produk tersebut. Setiap daerah sentra membawa karakter rasa berbeda yang menjadi daya tarik tersendiri bagi buyer internasional.

TEI 2026 menjadi panggung yang mempertemukan petani kopi Indonesia langsung dengan pasar dunia. Momentum ini mengajak publik melihat kopi bukan sekadar komoditas ekspor, melainkan hasil kerja panjang petani lokal di berbagai penjuru nusantara.

Community Podcast

Latest articles

Related articles