TEI 2026 Dibuka, 168 MoU dan Potensi Transaksi USD 17,5 Miliar

Indonesian Journal, Tangerang — Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 resmi dibuka pada Rabu (14/10/2026) di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Pameran bertema “The Ultimate Hub for Global Sourcing” ini berlangsung pada 14–18 Oktober 2026. Pada pembukaan siang tadi, buyer dari 134 negara dan 1.873 eksibitor telah terdaftar.

TEI ke-41 menargetkan 30.000 pengunjung dengan potensi transaksi senilai USD 17,5 miliar. Pada hari pertama, 168 nota kesepahaman (MoU) ditandatangani antara eksportir Indonesia dan buyer dari 22 negara. 

Di balik pameran ini, diplomasi dagang terus berjalan. Hingga kini, 25 perjanjian dagang telah terimplementasi dan 13 perjanjian lainnya masih dalam proses perundingan. Mendag Budi Santoso menegaskan upaya itu sejalan dengan arahan Presiden. 

“Kami terus melakukan perundingan dagang dengan berbagai negara dan kawasan untuk membuka pasar ekspor,” ujarnya.

Suasana Pembukaan TEI 2026

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, turut hadir dan  membuka TEI ke-41 mewakili Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan ekspor bernilai tambah tinggi sebagai arah kebijakan pemerintah. 

“Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional,” ujar Bahlil.

Di lain pihak, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti terbukanya peluang ekspor ke pasar nontradisional. Menurutnya, Asia Selatan tumbuh paling tinggi, mencakup Bangladesh, Pakistan, dan India, disusul Afrika. 

“Pasar kita berkembang ke negara-negara mitra baru yang tidak kita duga, ternyata potensinya luar biasa,” ungkapnya.

Upaya membuka pasar didukung 46 kantor perwakilan perdagangan RI di 33 negara. Jaringan itu terdiri atas atase perdagangan, ITPC, Konsul Perdagangan di Hong Kong, KDEI Taipei, dan Duta Besar RI untuk WTO. Sejumlah perwakilan RI di Cili, Korea, Turki, Peru-Bolivia, Guangzhou, dan Shanghai menerima Primaduta.

Laporan Neraca Dagang Indonesia

Mendag Budi Santoso menyerahkan 50 penghargaan, terdiri atas 20 Primaniyarta untuk eksportir dan 30 Primaduta untuk mitra dagang. Kategori Indonesia Export Strategic Partner Award diberikan kepada 10 buyer di negara yang sudah atau sedang berunding perjanjian dagang dengan Indonesia. Kategori Pemanfaat FTA diraih tujuh eksportir, termasuk PT Bio Farma, Toyota Motor Manufacturing Indonesia, dan PT Yili Indonesia Dairy.

Kemendag mencatat neraca dagang Agustus 2026 surplus USD 3,55 miliar, naik dari USD 0,12 miliar pada Juli. Surplus kumulatif Januari–Agustus 2026 mencapai USD 7,25 miliar. Angka itu terdiri atas surplus nonmigas USD 28,54 miliar dan defisit migas USD 21,29 miliar.

CV Spice Solution Indonesia asal Lampung kini mengekspor ke sekitar 30 negara, termasuk Spanyol, Portugal, Argentina, dan Eropa Timur. Perusahaan ini menerima Primaniyarta kategori Eksportir Pasar Prospektif. 

“Ke depan, kami berharap dapat membuka pasar ekspor yang lebih luas,” ujar Direktur Daniel Ferri Sutanto.

Dari sisi mitra dagang, Country Head TPI Importaciones Mexico, Sulianto, berharap pembelian produk Indonesia terus meningkat. Perusahaannya menerima Primaduta kategori Promotor Produk Indonesia. 

“Peningkatan pembelian tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi usaha kami di Meksiko, tetapi juga bagi industri di Indonesia,” ujarnya.

TEI 2026 terlaksana berkat dukungan Pertamina sebagai Strategic Partner, Bank Mandiri sebagai Bank Partner, dan BPDP sebagai Event Partner. Kadin Indonesia dan LPEI turut mendukung penyelenggaraan pameran ini. Kini perhatian tertuju pada realisasi, apakah MoU dan potensi USD 17,5 miliar berubah menjadi transaksi nyata?

Community Podcast

Latest articles

Related articles