Google search engine
HomeEkonomiEkspor Sepatu Indonesia Tembus USD 317 Juta, KBRI Warsawa Incar Pusat Distribusi...

Ekspor Sepatu Indonesia Tembus USD 317 Juta, KBRI Warsawa Incar Pusat Distribusi Eropa

IndonesianJournal.id, Jakarta – Kinerja ekspor sepatu Indonesia melaju pesat hingga berhasil menduduki peringkat ketiga terbesar di dunia. Prestasi gemilang ini tercatat resmi dalam rilis bergengsi World Footwear Yearbook 2025. Berbekal itu, KBRI Warsawa perdana mengikuti pameran POLSHOES Fair yang diselenggarakan pada 3–4 Maret 2026 lalu.

Langkah strategis KBRI di EXPO Kraków ini merupakan wujud nyata diplomasi ekonomi. Polandia dipilih secara khusus karena perannya sebagai pusat perdagangan utama kawasan Eropa.

“Negara ini (Polandia) menjadi rumah bagi berbagai trading companies yang melayani pasar domestik maupun pasar Uni Eropa melalui jaringan distribusi konvensional maupun platform e-commerce,” ujar Fatimah Alatas, Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Warsawa.

Dalam hitungan statistik, alas kaki terbukti menjadi produk ekspor andalan kreatif Indonesia untuk pasar Polandia. Tren positif terlihat jelas dari nilai ekspor yang terus merangkak naik secara memuaskan. Angkanya melonjak dari USD 225 juta pada 2022 menjadi USD 317 juta di 2024.

Fatimah Alatas, Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Warsawa
Fatimah Alatas (Paling kiri), Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Warsawa, memperkenalkan produk sepatu Indonesia di POLSHOES Fair 2026.

Empat jenama UMKM kreatif Tanah Air berkesempatan unjuk gigi dalam ajang internasional ini. Serlium Leathers, Ittaherl, Roka Collections, dan Umiy Lasega Batik membawa inovasi yang membanggakan. Mereka secara cerdas menonjolkan keahlian kriya tinggi, desain unik, serta kekayaan budaya Nusantara.

Pameran dagang bergengsi ini diramaikan oleh 85 eksibitor dari berbagai belahan benua Eropa. Saat peserta lain hanya fokus pada sepatu bot musim dingin, Indonesia tampil berbeda. KBRI Warsawa menghadirkan sepatu kulit handmade berwarna, sepatu pesta perempuan, serta sepatu berbahan suede yang dipadukan dengan tenun Baduy.

“Produk yang ditampilkan menunjukkan bahwa sepatu Indonesia tidak hanya kompetitif dari sisi harga, tetapi juga memiliki nilai tambah dari segi desain, kualitas material, serta karakter handmade,” tambah Fatimah Alatas.

Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Warsawa itu menyebut langkah ini sebagai perkenalan pasar yang strategis. Sepatu buatan Indonesia terbukti sangat kompetitif dan memiliki karakter buatan tangan yang kuat. Ke depan, promosi kreatif ini akan terus didorong untuk ekspor sepatu Indonesia tembus pasar premium Eropa.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments