IndonesianJournal.id, Jakarta – Momen Lebaran seringkali menjadi momok bagi job seekers (pencari kerja) Indonesia secara umum. Bukan hanya soal kemenangan setelah berpuasa, tapi juga ujian mental untuk unjuk prestasi. Mulai dari berbagi uang lebaran dengan keponakan, hingga pertanyaan “sudah sukses belum?”.
Realitas inilah yang diangkat ke layar lebar melalui film terbaru berjudul “Tunggu Aku Sukses Nanti”. Acara peluncuran Official Trailer dan Poster film drama keluarga tersebut digelar pada Selasa ini (3/2/2026) di XXI Plaza Senayan, Jakarta. Para pembuat film membagikan alasan mengapa film ini wajib masuk daftar tontonan Anda pada Lebaran mendatang.

Realitas Job Seeker Indonesia
Ide cerita film ini lahir dari keresahan yang sangat dekat dengan job seekers Indonesia. Evelyn Afnilia, sang penulis skenario, mengungkapkan bahwa inspirasi cerita ini muncul dari observasi tajam saat momen Lebaran.
“Ide itu lahir dari observasi di dalam keluarga saat Lebaran. Seringkali momen keluarga, khususnya saat Lebaran, menjadi ajang ekspektasi keberhasilan anggota keluarga,” ungkap Evelyn.
Proses pengembangannya memakan waktu sekitar setengah tahun sejak Lebaran tahun lalu. Untuk mendukung pendalaman karakter pencari kerja lokal, sang penulis skenario itu melakukan riset langsung kepada agen-agen properti. Menurutnya, pola dan sistem pencarian tenaga kerja pada bidang tersebut cukup mewakili situasi job seekers Indonesia.
Senada dengan Evelyn, Sunil Samtani selaku Executive Producer menegaskan bahwa film ini memang mencari topik yang grounded dan realistis. Film ini adalah cermin dari apa yang benar-benar dialami sebuah keluarga dengan anggota keluarga yang tengah mencari kerja.
“Home Alone” Versi Lebaran
Jika Hollywood punya tradisi memutar Home Alone saat Natal, maka Naya Anandita, sang sutradara, memiliki visi besar untuk film ini.
“Saya tahu ya, ini akan jadi film Lebaran. Kalau di Hollywood ada Home Alone saat Natal, maka di Lebaran ada film ini: Tunggu Aku Sukses Nanti,” ujar Naya dengan optimis.
Sutradara yang memiliki latar belakang sebagai staf produksi di Mata Najwa ini ingin mengajak penonton merenungkan kembali definisi kesuksesan. Film ini akan menantang penonton dengan pertanyaan filosofis namun relevan: “Apa arti cukup?” dan “Bagaimana kesuksesan seharusnya ditentukan oleh diri sendiri, bukan orang lain.”
Kesuksesan itu Relatif, Pertanyaan Keluarga itu Absolut
Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” tampaknya akan menjadi teman yang pas bagi para pejuang kerja yang sedang mudik atau berkumpul dengan keluarga. Film ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga validasi perasaan bagi mereka yang sedang berjuang mencari tempatnya di dunia kerja.
Menutup sesi konferensi Naya Anandita memberikan sebuah closing statement yang menohok sekaligus merangkum esensi film ini:
“Kesuksesan itu relatif, pertanyaan keluarga itu absolut.”
Jadi, siapkan hati dan tiket bioskop Anda. Lebaran besok, IJ-ers bisa nonton film perjuangan para job seekers Indonesia yang mungkin adalah cerminan diri kita sendiri.

