Indonesian Journal, Nusantara – Ada yang menarik di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sepanjang libur panjang di akhir minggu ini (16-17/5). Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Nusantara Park berkolaborasi dengan Komunitas Balikpapan Reptil Eksotik (Barekso) menghadirkan pameran reptil dan mamalia eksotis.
Bukan sekedar pameran, tapi kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi kepada pengunjung yang mengenalkan keberagaman satwa, khususnya reptil. Dan pentingnya bertanggungjawab atas kelestarian berkelanjutan hewan-hewan dan lingkungannya. Lebih dari 20 jenis satwa dipamerkan, mulai dari kura-kura, iguana, ular sanca bola (ball python), ular sawah atau sanca batik (reticulated python), kura-kura daun, hingga African Fat-Tailed Gecko (AFT) dan leopard gecko. Kehadiran satwa-satwa tersebut menarik antusiasme pengunjung dari berbagai usia yang tampak aktif bertanya, berfoto, bahkan berinteraksi langsung dengan beberapa hewan di bawah pengawasan animal handler.
Salah satu anggota komunitas Barekso, Bayu, menjelaskan bahwa sebagian besar pengunjung tertarik untuk berinteraksi dengan satwa yang aman untuk dipegang.
“Biasanya pengunjung tertarik dengan hewan yang bisa di-handle seperti ball python, iguana, dan ular sawah. Mereka bisa mendapatkan pengalaman memegang dan berfoto langsung dengan satwa tersebut,” jelas Bayu.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki pandangan bahwa seluruh reptil adalah hewan berbahaya. Padahal, melalui pengenalan dan penanganan yang tepat, reptil juga dapat dipelihara dengan aman dan bertanggung jawab.
“Harapannya masyarakat bisa lebih memahami bahwa tidak semua reptil berbahaya. Reptil juga makhluk hidup yang perlu dirawat dengan baik ketika dipelihara,” tambahnya.
Salah satu pengunjung asal Sepaku, Ubay, mengaku sengaja mengajak anak-anaknya datang ke pameran tersebut untuk mengenalkan berbagai jenis satwa secara langsung.
“Saya ajak anak-anak ke Nusantara Park supaya mereka tahu jenis-jenis reptil. Mereka senang sekali. Harapannya ke depan pameran seperti ini bisa lebih besar dan lebih banyak jenis hewan yang ditampilkan di IKN, seperti burung dan satwa lainnya,” ujar Ubay.
Pameran ini menjadi salah satu contoh bagaimana ruang publik di IKN tidak hanya menghadirkan destinasi rekreasi, tetapi juga pengalaman belajar yang dekat dengan alam dan satwa bagi masyarakat.
Selama libur panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus, mulai Kamis hingga Minggu (14/05/2026–17/05/2026), pengunjung juga memiliki kesempatan untuk mengunjungi area Istana Negara dan kawasan glamping di IKN. Kedua lokasi tersebut dibuka untuk umum hingga pukul 17.00 WITA setiap harinya.
Sejak hari pertama libur panjang, antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke IKN terpantau sangat tinggi. Pengunjung tidak hanya menikmati fasilitas dan berfoto di kawasan IKN, tetapi juga melihat secara langsung pembangunan berbagai sektor yang terus berjalan. Juru Bicara OIKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa aktivitas pembangunan di Nusantara tetap berlangsung aktif dan progresif di berbagai bidang.
“Masyarakat dari berbagai daerah, mulai dari anak-anak hingga orang tua, tampak menikmati suasana di IKN, mulai dari pemandangan kawasan, sajian kuliner, hiburan, hingga berbagai aktivitas edukatif dan lingkungan yang diselenggarakan selama masa libur,” ujar Troy, Minggu (17/05/2026).
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan IKN terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Menurutnya, pada tahap kedua pembangunan, fokus pemerintah diarahkan pada penyelesaian sarana dan prasarana kawasan legislatif dan yudikatif yang saat ini telah mulai dikerjakan. Dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan Nusantara.
Untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban bersama, pengunjung diwajibkan mengenakan pakaian rapi dan sopan, seperti celana panjang, baju berkerah, serta sepatu. Pengunjung juga tidak diperkenankan menerbangkan drone, membawa hewan peliharaan, merokok, membawa senjata tajam, maupun melakukan tindakan yang melanggar norma dan ketertiban umum.
