Indonesian Journal, Jakarta – Indonesian Fashion Designer Council (IFDC) bekerjasama dengan Bakti Budaya Djarum Foundation menghadirkan Kanvas Budaya: Satu Napas yang mengangkat Batik Kudus yang tampil cantik dan kekinian dengan paduan denim dan berbagai kain lainnya.
Dipanggung Fashion Nation, Senayan-Jakarta Selatan, Kamis (24/9), 23 desainer IFDC memamerkan karya terbaik dengan batik cap Kudus sebagai bahan utamanya, tanpa meninggalkan karakter desain masing-masing. Para desainer yang terlibat antara lain Adeline Ester, Andreas Odang, Carmanita, Chossy Latu, Danny Satriadi, Denny Wirawan, Didi Budiardjo, Eddy Betty, Eridan, Era Soekamto, Ghea Panggabean, Han Tjen, Iven Gunawan, Liliana Lim, Mel Ahyar, Priyo Oktaviano, Rama Dauhan, Ria Miranda, Sebastian Gunawan, Wilsen Willim, Yongki Budisutisna, Yogie Pratama, dan Yogi Chandra.
Pemilihan batik cap Kudus menjadi bagian menarik dari KANVAS BUDAYA tahun ini. Para desainer tidak hanya ditantang mengolah kain tradisional menjadi busana, tetapi juga mencari cara mempertemukannya dengan denim tanpa menghilangkan karakter masing-masing.
Hasil eksplorasi tersebut hadir dalam beragam gaya, mulai dari cocktail dress, streetwear, ready-to-wear hingga adibusana.
“Mengapa batik cap dipadukan dengan denim untuk tahun ini? Selain untuk memberikan nuansa baru, saya merasa bahwa apabila batik cap ini diolah oleh teman-teman desainer IFDC yang sangat handal, pastinya akan menjadi sesuatu yang penuh kejutan dan kreativitas,” ujar Denny Wirawan.
Masih menurut Rama Dauhan, kekuatan kolaborasi ini justru terletak pada pertemuan karakter batik dan denim. “Kedua material yang digunakan, batik dan denim, memiliki filosofi dan karakter masing-masing. Namun, ketika keduanya disandingkan dan diolah melalui perspektif desain yang berbeda, keduanya dapat menjadi satu kesatuan yang memiliki ‘Satu Napas’,” ungkap Rama Dauhan.
Batik Kudus dan denim yang berasal dari dua dunia berbeda akhirnya dipertemukan dalam satu bahasa: fashion Indonesia yang terus bergerak, berkembang, dan tetap berakar pada budaya.

