Friday, February 13, 2026
HomeNewsKawal HBKN, Mendag Budi Santoso Pastikan Produksi Minyak Goreng di Sumsel Lancar

Kawal HBKN, Mendag Budi Santoso Pastikan Produksi Minyak Goreng di Sumsel Lancar

Mendag Pastikan Pasokan Minyak Goreng Di Sumsel Stabil

IndonesianJournal.id, Palembang – Menteri Perdagangan Budi Santoso menjamin ketersediaan stok minyak goreng nasional tetap melimpah terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026. Hal ini ia sampaikan usai memantau langsung aktivitas produksi PT Indokarya Internusa di Palembang, Sumatra Selatan, Kamis, (12/2). Pasokan yang kuat di tingkat produsen ini menjadi fondasi utama pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan menjelang HBKN.

Menurut Mendag Busan, cukupnya pasokan minyak goreng di tingkat produsen berdampak positif terhadap pasokan minyak goreng secara nasional.

“Stok cukup, tidak ada masalah. Namun, kita tetap antisipasi. Pada dasarnya, produksi untuk kebutuhan sehari-hari cukup dan tidak ada masalah, termasuk untuk Ramadan. Bahan bakunya juga tidak ada masalah, semua terjaga,” kata Mendag Busan setelah meninjau fasilitas produksi PT Indokarya Internusa.

Mendag Busan juga mengatakan, berlimpahnya pasokan bahan baku minyak goreng perlu
dimanfaatkan pelaku usaha untuk semakin menggencarkan produksi minyak goreng kemasan ekonomis (second brand). Untuk itu, ia mendorong produsen minyak goreng dapat memproduksi dan mendistribusikan lebih banyak minyak goreng second brand kepada konsumen, baik di pasar maupun di toko-toko ritel.

“Minyak goreng second brand itu temannya MINYAKITA dan di pasar saya lihat sudah banyak (beredar minyak goreng second brand). Kami meminta para produsen mulai meningkatkan produksi minyak goreng second brand. Jadi, masyarakat punya banyak pilihan dalam membeli minyak goreng yang harganya murah tapi berkualitas,” ujar Mendag Busan.

Menurut Mendag Busan, minyak goreng second brand adalah alternatif yang tersedia bagi
konsumen selain MINYAKITA dan berbagai minyak goreng kemasan premium. Awalnya, MINYAKITA merupakan Program Minyak Goreng Rakyat untuk mengintervensi harga minyak goreng di pasaran melalui mekanisme Domestic Market Obligation (DMO). Seiring waktu berjalan, MINYAKITA berubah menjadi indikator tunggal terhadap ketersediaan dan stabilisasi harga minyak goreng.

Mendag Busan pun menekankan, menggencarkan produksi dan distribusi minyak goreng second brand akan membantu membentuk psikologi pasar dan konsumen terhadap terjaganya harga dan pasokan minyak goreng secara umum.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments