Home Keuangan Kinerja Yang Solid Bank Neo Commerce Berhasil Masuk Indeks Economic 30 BEI

Kinerja Yang Solid Bank Neo Commerce Berhasil Masuk Indeks Economic 30 BEI

Bank Neo Commerce menunjukkan tren kinerja yang solid dan semakin matang

0

IndonesianJournal.id, Jakarta – PT Bank Neo Commerce Tbk (“Bank Neo Commerce”, “BNC”, “Bank”, “Perseroan”), salah satu bank dengan layanan digital di Indonesia, menyambut positif dan penuh apresiasi atas penetapan saham Perseroan dengan kode saham BBYB, sebagai salah satu anggota baru Indeks Economic 30 yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), efektif berlaku mulai 2 Maret 2026.

BBYB menjadi satu dari lima saham baru yang masuk dalam komposisi terbaru indeks tersebut, sekaligus tercatat sebagai satu-satunya saham bank dengan layanan digital dalam daftar 30 saham pilihan Economic 30.
Masuknya BBYB dalam indeks ini mencerminkan pengakuan pasar atas fundamental Perseroan yang semakin kuat, kinerja yang konsisten membaik, serta transformasi digital yang terus menunjukkan hasil positif. Sebagaimana diketahui, salah satu kriteria utama dalam peninjauan indeks adalah kekuatan fundamental dan kinerja emiten.
Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Eri Budiono, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk kepercayaan publik dan pemangku kepentingan terhadap arah transformasi dan kinerja Perseroan.
“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Bank Neo Commerce. Masuknya BBYB ke dalam Indeks Economic 30 merupakan pengakuan atas kerja keras seluruh insan perusahaan atau Neobankers dalam memperkuat fundamental, meningkatkan kualitas aset, serta membangun model bisnis bank dengan layanan digital yang berkelanjutan,” ujar Eri.
Pengakuan atas Fundamental dan Momentum Kinerja
Sepanjang tahun 2025, Bank Neo Commerce menunjukkan tren kinerja yang solid dan semakin matang. Hingga November 2025, Perseroan membukukan laba sebesar Rp538,43 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp11,20 miliar.
Total aset tercatat Rp18,98 triliun dengan pertumbuhan tahunan 7,63 persen (YoY), sementara modal inti meningkat 20,04 persen YoY menjadi Rp4,00 triliun pada November 2025. Pencapaian ini ditopang oleh efisiensi operasional yang terjaga, disiplin manajemen risiko, serta strategi penyaluran kredit yang lebih selektif dan prudent untuk menjaga kualitas aset.
Transformasi digital yang dijalankan Perseroan juga menunjukkan daya tahan dan relevansi yang kuat. Salah satu produk unggulan, Neo Pinjam, mencatatkan pertumbuhan 139 persen secara tahunan, mencerminkan penerimaan pasar terhadap layanan perbankan berbasis digital yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan nasabah.
Pencapaian tersebut menjadi fondasi penting yang memperkuat posisi BBYB di mata investor dan analis pasar. Beberapa analis dari sekuritas ternama menilai Indeks Economic 30 dapat menjadi rujukan (benchmark) alternatif bagi investor, meskipun saat ini masih lebih tepat diposisikan sebagai pelengkap, bukan pengganti rujukan utama pasar saham Indonesia.
Manajemen Bank Neo Commerce memandang bahwa peningkatan perhatian investor tersebut merupakan konsekuensi logis dari konsistensi kinerja dan penguatan tata kelola yang terus dilakukan Perseroan.
Kepercayaan Investor yang Menguat
Selain kinerja operasional, peningkatan kepercayaan terhadap BBYB juga tercermin dari aksi korporasi pemegang saham. Dalam empat bulan terakhir, PT Gozco Capital tercatat beberapa kali meningkatkan kepemilikan sahamnya di BBYB.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham tertanggal 4 Februari 2026, PT Gozco Capital menambah 164 juta saham, sehingga total kepemilikannya meningkat dari 9,31 persen menjadi 10,53 persen atau setara 1,41 miliar saham.
Manajemen menilai langkah tersebut sebagai wujud keyakinan investor terhadap prospek jangka panjang Perseroan. Namun demikian, fokus utama Bank Neo Commerce tetap pada penguatan fundamental bisnis, pengelolaan risiko yang disiplin, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Masuknya BBYB ke dalam Indeks Economic 30 menjadi momentum strategis bagi Perseroan untuk terus memperluas basis investor, meningkatkan visibilitas di pasar modal, serta memperkuat reputasi sebagai bank berbasis digital yang adaptif dan resilien di tengah dinamika industri keuangan.
“Pencapaian ini bukanlah tujuan akhir, melainkan milestone dalam perjalanan transformasi Bank Neo Commerce. Kami akan terus memperkuat tata kelola, menjaga kualitas aset, meningkatkan inovasi layanan digital, serta memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan demi memberikan nilai tambah optimal bagi nasabah, investor, dan seluruh pemangku kepentingan,” tutup Eri.
Dengan fundamental yang semakin kokoh, dukungan pemegang saham yang kuat, serta model bisnis digital yang terus berkembang, Bank Neo Commerce optimistis dapat mempertahankan kinerja positif dan berkontribusi lebih besar dalam penguatan ekosistem perbankan berbasis digital di Indonesia.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version