IndonesianJournal.id, Jakarta – Menjadi salah satu kebutuhan dan merupakan sebuah industri yang menjanjikan keberlanjutan dengan tingginya minat parfum di Indonesia. Bertempat di Lomma yang berada di jalan Darmawangsa, Jakarta Selatan, 823 merilis rangkaian parfum yang terinspirasi dari cerita kehidupan yang pernah dijalanin kreatornya, Dante, yang diberi nma Lampylumen.
“823 itu terinspirasi dari tempat tinggal saya yang berada di lantai 8 no. 23. Mama saya pun penyuka parfum, jadi wangi parfum udah jadi keseharian kami. Wanginya sampe ke lorong lantai apartemen,” jelas Dante tentang brand 823.
Melalui proses selama 2 tahun dengan berbagai experience memadukan berbagai jenis wewangian. Dan mencari contoh aroma dari perjalanan ke berbagai negara. Akhirnya, pada Sabtu (14/12) 823 merilis Lampylumen sebagai parfum dengan 5 varian aroma yang cocok untuk buat semua kalangan.

Yang unik dari Lampylumen adalah kemasannya yang berbentuk lampu yang bisa dihidup matikan, cocok buat dijadikan lampu tidur. Warna pada lampu membedakan aroma masing-masing varian.
“Memilih lampu, karena lampu itu dibutuhkan disetiap ruangan dirumah. Dengan kemasan seperti ini, juga jadi cantik buat diletakan disamping tempat tidur, dijadikan lampu tidur,” jelas Brian, founder 823.
Tidak hanya dengan pilihan aroma yang cukup beragam, tapi juga dengan botol parfum yang berbentuk lampu tidur, dilengkapi dengan kemasan yang box furniture yang menarik, Lampyumen juga pas banget untuk dijadikan souvenir atau pun kado.
“Lampyumen ini kita produksi dengan jumlah sangat terbatas. Kalau habis, kami tidak produksi lagi. Jadi, ya memang harus segera beli sih, biar ga kehabisan.” Tutup Dante.