Google search engine
Home Blog

Kuliner Indonesia Kaya 2026: Mengupas Rahasia Peradaban di Balik Kelezatan Sajian Nusantara

0
Palembang - Kue Maksuba sumber: Indonesia Kaya

IndonesianJournal.id, Jakarta – Kuliner Indonesia perlahan semakin mendunia, hal ini dapat dilihat dari kenyataan beberapa masakan khas Indonesia berkali-kali dinobatkan menjadi makanan terenak sedunia. Sebut saja Rendang, Soto, Sate, Bakso dan lain sebagainya.

Ternyata, setiap hidangan khas Indonesia menyimpan cerita dan nilai peradaban yang mendalam. Sering sekali masakan-masakan tersebut tadinya hidangan para bangsawan, namun sekarang bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat.

Galeri Indonesia Kaya yang berada di Grand Indonesia konsisten menghadirkan beragam kekayaan Indonesia dalam bentuk audio-visual interaktif. Salah satunya adalah tentang kuliner Indonesia yang ada sejak 2017.

Banten – Sate Bandeng
Sumber: Indonesia Kaya

Dalam episode terbaru yang tayang tahun ini, Kuliner Indonesia Kaya mengangkat tiga kota dengan sejarah kuliner kuat, yaitu Ternate, Palembang, dan Banten, yang masing-masing menyimpan kekayaan rasa sekaligus jejak panjang perjalanan budaya di Indonesia. Melalui webseries yang dapat disaksikan di kanal YouTube IndonesiaKaya ini, Kuliner Indonesia Kaya mengajak penonton menelusuri bagaimana rasa menjadi bagian dari perjalanan budaya Nusantara, yang terbentuk dari pertemuan berbagai peradaban, jalur perdagangan, serta proses akulturasi yang membentuk identitas masyarakat dari masa ke masa

“Melalui Kuliner Indonesia Kaya, kami ingin terus menghadirkan dokumentasi yang tidak hanya menampilkan kelezatan sebuah hidangan, tetapi juga menggali cerita di baliknya. Setiap daerah memiliki cara unik dalam mengolah bahan, merawat tradisi, dan mewariskan pengetahuan memasak dari generasi ke generasi. Di situlah letak kekuatan kuliner Nusantara, bukan sekadar pada rasanya, tetapi pada nilai sejarah, akulturasi, dan filosofi hidup yang menyertainya. Tahun ini kami mengajak pecinta kuliner berkunjung ke Ternate, Palembang, dan Banten melalui episode terbaru webseries Kuliner Indonesia Kaya. Ketiga daerah ini memiliki peran penting dalam perjalanan budaya Indonesia dan  melalui tayangan ini masyarakat diharapkan dapat melihat kuliner sebagai bagian dari identitas dan warisan yang perlu terus dikenalkan serta diapresiasi oleh generasi sekarang maupun mendatang,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Indonesia Kaya.

Banten – Rabeg
Sumber: Indonesia Kaya

Kuliner Indonesia & Kisahnya

Episode pertama yang tayang pada Kamis, 26 Februari 2026 membawa penonton ke Ternate, salah satu titik penting dalam Jalur Rempah. Di pulau ini, kuliner tumbuh dari keseimbangan antara masyarakat dan alam sekitarnya. Salah satu tradisi yang diangkat adalah Rimo-rimo, metode memasak yang diwariskan secara turun-temurun dan dilakukan tanpa menggunakan alat dapur, melainkan memanfaatkan bambu sebagai wadah alami.

Perjalanan berlanjut ke Palembang dalam episode kedua yang tayang pada 5 Maret 2026. Sebagai salah satu kota tertua di Indonesia, Palembang menyimpan memori panjang yang mengalir bersama Sungai Musi. Melalui Pindang Ikan, penonton diajak melihat bagaimana masyarakat memanfaatkan kekayaan sungai, tidak hanya ikan patin, tetapi juga gabus, hingga baung. Cita rasa asam pedas yang segar menjadi ciri khas yang merepresentasikan kedekatan masyarakat dengan alam sekitarnya.

Palembang – Pindang Ikan
sumber: Indonesia Kaya

Episode ketiga yang akan tayang pada Kamis, 12 Maret 2026 menghadirkan Banten dengan jejak Kesultanannya. Sate Bandeng yang konon menjadi hidangan favorit Sultan Maulana Hasanuddin lahir dari kreativitas juru masak keraton untuk menyajikan bandeng tanpa duri sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kerajaan. Selain itu, Rabeg turut memperkaya khazanah kuliner Banten. Hidangan berbahan daging kambing atau sapi ini dipercaya telah ada sejak masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin. Berdasarkan cerita turun temurun, Rabeg terinspirasi dari pengalaman sang Sultan saat menunaikan ibadah haji dan singgah di Kota Rabig di tepi Laut Merah, di mana ia menyantap olahan daging kambing yang kemudian diadaptasi sepulangnya ke Banten. Versi lain menyebutkan bahwa Rabeg dibawa oleh para pedagang Arab yang menetap dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.

“Sejak 2017 kami berupaya mendokumentasikan kekayaan kuliner Nusantara secara konsisten melalui Kuliner Indonesia Kaya, bukan semata menghadirkan visual yang menggugah selera, tetapi juga merekam pengetahuan, filosofi, dan perjalanan budaya yang menyertainya. Dengan durasi yang ringkas namun padat di setiap episodenya, kami berharap tayangan ini dapat menjadi jembatan bagi generasi sekarang untuk lebih mengenal, memahami, dan menghargai warisan gastronomi Indonesia. Karena pada akhirnya, di balik setiap rasa tersimpan identitas, sejarah, dan cerita panjang yang membentuk karakter sebuah daerah sekaligus bangsa,” tutup Renitasari Adrian.

 

Sinergi Berlanjut, BCA Kembali Dukung Penuh Gelaran Java Jazz Festival 2026

0
sumber: exposeindonesia.com

IndonesianJournal.id, Jakarta – Komitmen terhadap pertumbuhan industri kreatif nasional kembali ditunjukkan oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan menjadi sponsor utama dalam penyelenggaraan Java Jazz Festival (JJF) 2026. Kolaborasi yang telah terjalin selama bertahun-tahun ini menjadi bukti nyata dukungan perbankan terhadap ekosistem musik tanah air.

Direktur BCA, Santoso, dalam keterangannya menyampaikan bahwa artisipasi BCA dalam perhelatan ini bukan sekadar bentuk kerja sama branding, melainkan upaya untuk memberikan pengalaman transaksi digital yang lancar bagi para pecinta musik di lokasi baru, NICE PIK 2.

Mendukung Ekosistem Kreatif dan Digitalisasi Kehadiran BCA di Java Jazz Festival tahun ini fokus pada optimalisasi ekosistem digital melalui integrasi layanan di aplikasi myBCA. Hal ini sejalan dengan visi festival yang ingin terus bertransformasi menjadi acara bertaraf internasional yang modern dan mudah diakses oleh semua kalangan.

Dukungan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM yang turut berpartisipasi di area festival, melalui penyediaan sarana pembayaran nontunai yang efisien bagi pengunjung.

Pengalaman Menonton yang Lebih Nyaman Selain dukungan finansial bagi penyelenggaraan acara, BCA juga memastikan para nasabah mendapatkan kenyamanan lebih melalui berbagai fasilitas di lokasi, mulai dari lounge khusus hingga kemudahan akses pembayaran di seluruh gerai makanan dan minuman yang tersedia selama tiga hari festival berlangsung.

Sinergi antara BCA dan Java Festival Production ini diharapkan terus menjadi motor penggerak bagi kemajuan industri hiburan di Indonesia, sekaligus memberikan standar baru dalam penyelenggaraan festival musik berskala besar di masa depan.

Dari Jon Batiste Hingga Slank, Berikut Line Up Musisi Yang Akan Ramaikan 10 Panggung Java Jazz Festival 2026

0

IndonesianJournal.id, Jakarta – Setelah resmi mengumumkan kepindahan lokasinya ke NICE PIK 2, Java Jazz Festival (JJF) 2026 langsung tancap gas merilis daftar musisi yang bakal mengisi keriaan tahun depan. Enggak tanggung-tanggung, bakal ada 10 panggung yang siap memanjakan telinga para penikmat musik dari berbagai genre.

Tahun ini, kurasi penampilnya terasa sangat berwarna. Mulai dari pemenang Grammy, legenda jazz dunia, hingga ikon rock tanah air dipastikan bakal berbagi panggung di perhelatan yang memasuki usia ke-21 ini.

Magnet Internasional: Jon Batiste dan Wave to Earth Nama Jon Batiste tentu menjadi daya tarik utama. Musisi multitalenta yang sudah mengoleksi banyak trofi Grammy ini bakal membawa nuansa jazz modern yang enerjik. Selain itu, buat kalian pecinta indie-pop dengan sentuhan jazz, kehadiran Wave to Earth asal Korea Selatan diprediksi bakal jadi salah satu panggung paling padat penonton.

Beberapa nama legendaris dunia lainnya yang sudah dikonfirmasi antara lain:

  • Earth, Wind & Fire by Al McKay 

  • Incognito

  • Ella Mai

  • Dave Koz & Summer Hornsphot

  • Lisa Simone

Lokal Rasa Spesial: Dari Slank hingga Kolaborasi Unik Yang bikin JJF 2026 makin seru adalah keberaniannya menghadirkan musisi di luar pakem jazz murni. Siapa sangka Slank bakal tampil di panggung Java Jazz? Kehadiran Kaka dkk tentu bakal memberi warna baru yang lebih nge-rock dan seru.

Bukan Java Jazz namanya kalau tanpa kolaborasi spesial. Beberapa proyek yang wajib masuk watchlist kamu adalah:

  • Bilal Indrajaya & The Corleones: Membawakan tribute manis untuk The Beatles.

  • Ardhito Pramono x Adikara: Kolaborasi dua solois pria dengan karakter suara yang sangat khas.

  • The Groove feat. Tiara Effendy: Siap mengajak penonton bernostalgia sambil berdansa.

Sederet nama populer seperti Yura Yunita, RAN, hingga Ziva Magnolya juga sudah masuk dalam daftar pengisi acara fase awal ini. Dengan 10 panggung yang tersedia, kamu harus pintar-pintar mengatur jadwal biar nggak ketinggalan aksi panggung musisi favoritmu!

Jadi, sudah siap war tiket untuk nonton siapa nih di PIK 2 nanti?

Hadirkan Venue Lebih Luas, Java Jazz Festival 2026 Resmi Pindah Ke PIK

0

IndonesianJournal.id, Jakarta – Perhelatan musik jazz terbesar di tanah air, Java Jazz Festival (JJF) 2026, resmi memasuki babak baru pada penyelenggaraannya yang ke-21. Tahun ini, kejutan besar datang dari pengumuman lokasi acara yang secara resmi berpindah dari JIExpo Kemayoran ke Nusantara International Convention Exhibition (NICE) di kawasan PIK 2, Tangerang.

Direktur Utama Java Festival Production, Dewi Gontha, menjelaskan bahwa perpindahan ini dilakukan untuk mengeksplorasi ruang yang lebih besar dan memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif. “Ini adalah langkah besar untuk melakukan sesuatu yang lebih baik bagi para penonton,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (11/3).

Jadwal dan Akses Transportasi Java Jazz Festival 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai dari 29 hingga 31 Mei 2026. Meski lokasi berpindah ke PIK 2, promotor telah bekerja sama dengan pihak Transjakarta untuk menyediakan shuttle bus guna memudahkan akses penonton.

Festival tahun ini juga mengusung kolaborasi baru dengan bank BCA melalui platform myBCA sebagai sponsor utama, yang akan memberikan berbagai kemudahan pembayaran digital bagi para pengunjung selama acara berlangsung.

5 Strategi ‘Jemput Bola’ KBRI Warsawa Cetak Rekor Wisatawan Polandia ke Indonesia

0
5 strategi jemput bola wisatawan polandia.
5 strategi jemput bola wisatawan polandia dari KBRI Warsawa.

IndonesianJournal.id, Warsawa – Di balik rekor kedatangan wisatawan Polandia ke Indonesia terdapat strategi “jemput bola” Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Warsawa. Jumlahnya mencapai 68.100 wisatawan pada 2025 kemarin. Angka ini menjadi negara tersebut menjadi salah satu penyumbang turis dengan pertumbuhan tercepat di Eropa.

Di balik lonjakan angka tersebut, terdapat langkah diplomasi ekonomi yang sangat kreatif dan inovatif di Warsawa. Alih-alih menunggu wisatawan datang, perwakilan pemerintah berperan aktif menciptakan inovasi. Berikut adalah lima pendekatan mendalam bagaimana promosi pariwisata Indonesia berhasil menembus pasar internasional:

1. Eksekusi Business Matching yang Tepat Sasaran 

Mendatangkan pembeli potensial adalah kunci. Dalam ajang Indonesia-Poland Tourism Business Forum 2026 (9/3/2026), KBRI Warsawa sukses memfasilitasi 693 pertemuan bisnis. Pada ajang tersebut 21 sellers (pelaku industri pariwisata Indonesia) bertemu dengan 33 buyers dari Polandia. Di tengah dinamika geopolitik global, hasilnya cukup menjanjikan. Tercatat, forum ini membawa potensi transaksi hingga USD 7.579.000 (meningkat 79 persen dari tahun sebelumnya). Strategi ini memastikan pemasaran pariwisata bertransformasi menjadi kesepakatan komersial yang konkret.

2. Penetrasi Visual melalui Promosi Digital di Ruang Publik

Untuk memenangkan hati masyarakat luas, KBRI Warsawa membawa pesona alam Indonesia ke ruang publik warga Polandia. Materi promosi pariwisata ditayangkan secara konsisten melalui layar-layar digital pada moda transportasi publik setempat. Strategi Out-of-Home (OOH) ini sejalan dengan tren yang juga tengah digalakkan oleh Kementerian Pariwisata di kota-kota besar Eropa lainnya. Seperti kehadiran bus dan digital screen “Wonderful Indonesia” yang sukses mencuri perhatian publik di Berlin dan Roma.

3. Orkestrasi Kolaborasi Bersama Media dan Komunitas Lokal

Promosi yang efektif memerlukan gaung dari pencerita lokal. Oleh karena itu, KBRI Warsawa membangun sinergi erat dengan media nasional Polandia, komunitas bisnis, hingga komunitas seni di sana. Pendekatan ini mengubah narasi promosi dari sekadar “iklan satu arah” menjadi percakapan lintas budaya yang organik. Ketertarikan masyarakat Polandia terhadap Indonesia pun terbangun melalui rekomendasi dari figur atau institusi yang sudah mereka percayai di negaranya sendiri.

4. Partisipasi Agresif di Pameran dan Festival Internasional

Kehadiran fisik di berbagai pameran pariwisata dan festival budaya menjadi pilar penting untuk menjaga eksposur destinasi nusantara. Mengambil momentum seperti ajang bergengsi International Travel and Tourism Fair (ITTF) di Warsawa, paviliun Indonesia selalu unjuk gigi. Langkah konsisten ini memiliki napas yang sama dengan langkah strategis Indonesia di pasar global lainnya. Hal ini guna memastikan posisi Indonesia tetap top of mind bagi wisatawan dunia.

5. Membangun Ikon Budaya Permanen 

Langkah paling monumental dalam strategi diplomasi ini adalah pendirian Bali Indah Cultural Park yang berlokasi di kawasan Dolina Charlotty Resort, Słupsk. Lebih dari sekadar ajang promosi musiman, taman budaya berskala 15 hektar ini menjadi pusat promosi permanen. Di dalamnya terdapat informasi terkait kekayaan arsitektur, kesenian, dan nuansa otentik Indonesia di jantung Eropa. Kompleks ini berdiri sebagai simbol persahabatan kokoh sekaligus edukasi lintas budaya antarbangsa yang berkelanjutan. Sebuah inovasi yang tidak hanya menarik minat liburan warga Eropa Timur, tetapi juga menjadi pusat interaksi antar kedua negara.

Melalui 5 strategi ‘jemput bola’ ini, kerja keras diplomasi ekonomi mewujud sebagai  alat komunikasi informasi yang konstruktif dan bermanfaat. Selain membuka gerbang konektivitas global, langkah ini memberi napas segar bagi pertumbuhan ekonomi nasional dari sektor pariwisata.

Film We Everyday, Kisah Cinta Tumbuh Karena Kebersamaan

0

IndonesianJournal.id, Jakarta – Film drama remaja yang dibintangi Kim Sae-ron, Lee Chae-min, Choi Yu-ju, Ryu Ui-hyun menceritakan persahabatan dari anak-anak hingga remaja, hingga tumbuh rasanya cinta layaknya pasangan di masa remaja.

Adalah Han Yeo-wool (Kim Sae Ron), siswi SMA yang memiliki kehidupan layaknya remaja kebanyakan. Kehidupan yang tenang dengan ibunya dan seorang sahabat yang menemaninya dari masa anak-anak, Ho Soo (Lee Chae Min).

Memasuki level pendidikan baru tiba-tiba Ho soo menyatakan perasannya yang berbeda terhadap Yae Wool. Pernyataan ini membuat hubungan kedua sahabat ini menjadi kaku. Kondisi ini terbawa hingga keduanya masuk ke sekolah yang baru, dan menjalin hubungan pertemanan dengan Joon Yeon (Yuju, eks Cherry Bullet).

Kisah cinta segitiga ini menemukan alur twist saat Yeo-Wool lebih memilih mengejar kakak kelas yang sudah dia kagumi dari lama, dari pada jujur tentang perasaannya dengan Soo Chae. Sementara Joo Yeon jatuh cinta kepada Ho Soo.

Film yang digarap oleh sutradara Kim Min-jae didominasi nuansa pastel dan shoot-shoot khas drama remaja Korea kebanyakan, dengan jalan cerita yang lambat dan cendrung datar. Begitu juga dengan emosi yang ingin disampaikan terasa ‘hambar’. Dengan angle kamera yang monoton dan beberapa shoot dengan kamera statis yang cukup lama dengan maksud merekam ekspresi pemain. Sayangnya emosi yang diinginkan tidak tersampaikan.

Diproduksi bersama oleh rumah produksi Choice Well, JNC Media Group dan Hanteo Global, film berdurasi 100 menit ini tayang mulai 11 Maret 2026 di Cinema XXI, CGV dan Cinepolis.

Optimisme Pariwisata Indonesia di Pasar Eropa Timur

0
sumber : KBRI Warsawa
sumber : KBRI Warsawa

IndonesianJournal.id, Warsawa – Pasar Eropa Timur, khususnya Polandia, muncul sebagai salah satu kantong wisatawan mancanegara potensial bagi pariwisata Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan rekor tertinggi kunjungan wisatawan Polandia ke Indonesia sejak tahun 2017.

Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 68.100 wisatawan asal Polandia telah berkunjung ke tanah air. Angka tersebut melonjak signifikan dari 41.988 orang pada tahun 2023 dan 53.907 orang pada tahun 2024. Pencapaian ini menandai lompatan total kunjungan tiap tahunnya.

Jumlah kunjungan tersebut bukan sekedar angka belaka, melainkan mengukuhkan posisi Polandia di peta pasar pariwisata Eropa. Capaian impresif tersebut menempatkan Polandia pada peringkat delapan besar negara Eropa penyumbang wisatawan terbanyak ke Indonesia. 

Lebih dari itu, Polandia masuk ke dalam jajaran enam besar negara di Eropa dengan pertumbuhan wisatawan tercepat yang mengunjungi destinasi wisata nusantara. Tren positif ini lahir dari diplomasi ekonomi pariwisata yang diinisiasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Warsawa.

sumber : KBRI Warsawa
sumber : KBRI Warsawa

Demi mendorong promosi promosi pariwisata Indonesia di Polandia, beberapa inisiatif dilakukan. KBRI Warsawa turut memfasilitasi business matching antara pelaku industri kedua negara dalam forum bisnis tahunan. Guna memperluas konektivitas perjalanan wisata, kerjasama dilakukan bersama sejumlah maskapai penerbangan internasional.

Untuk meningkatkan eksposur destinasi wisata dalam negeri, upaya promosi digalakkan. Penayangan materi promosi dilakukan di layar-layar digital moda transportasi publik. Selain itu, kolaborasi dilakukan KBRI Warsawa bersama media lokal, serta komunitas bisnis dan seni di sana.

Minat yang terus menguat dari pasar Polandia ini semakin terlihat nyata dalam penyelenggaraan Indonesia-Poland Tourism Business Forum 2026 (9/3/2026) kemarin. Di tengah dinamika geopolitik global, forum bisnis bergengsi ini sukses mencetak potensi transaksi yang menembus USD 7.579.000. 

Sebagai catatan, nilai transaksi tersebut mengalami peningkatan drastis dibandingkan tahun lalu. Pada forum serupa di tahun 2025 pencapaian berada di angka USD 4.233.800. Artinya, terjadi lonjakan potensi transaksi sebesar 79 persen terhadap pasar pariwisata tanah air.

Catatan nilai transaksi ini menjadi indikator kuat minat pasar Eropa Timur terhadap pariwisata Indonesia. Meski mempengaruhi mobilitas peserta internasional akibat situasi geopolitik di Timur Tengah, minat tersebut tidak tergoyahkan. 

Ajang yang telah memasuki edisi keempat ini sukses mempertemukan 21 pelaku industri pariwisata Indonesia dengan 33 buyer Polandia. Melalui forum ini, tercipta 693 pertemuan bisnis yang membahas penjajakan kerja sama paket wisata, promosi destinasi, dan pengembangan pasar. 

Terkait keberhasilan diplomasi ekonomi ini, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Warsawa, Agus Heryana, menegaskan optimisme yang tinggi terhadap pasar Eropa. 

“Forum ini menunjukkan bahwa meskipun situasi global penuh tantangan, kerja sama pariwisata Indonesia-Polandia tetap memiliki prospek yang sangat kuat,” ungkapnya, optimis terhadap pasar Eropa Timur.

Diplomasi Ekonomi KBRI Warsawa 2026 Bukukan Potensi Transaksi Pariwisata USD 7,5 juta

0
Diplomasi Ekonomi Pariwisata KBRI Warsawa
Diplomasi Ekonomi Pariwisata KBRI Warsawa

IndonesianJournal.id, Warsawa – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Warsawa terus memperkuat diplomasi ekonomi di tengah dinamika geopolitik global yang tak menentu saat ini. 

Pada Senin (9/3/2026) lalu, KBRI Warsawa sukses menggelar Indonesia-Poland Tourism Business Forum 2026. Kegiatan yang sudah berjalan keempat kalinya itu mempertemukan pelaku industri pariwisata kedua negara. Hal ini sebagai upaya konkret untuk memperluas pasar wisatawan Polandia ke Indonesia.

Forum tersebut menghasilkan 693 business matching, dengan nominal potensi transaksi yang cukup besar. Meski situasi geopolitik yang tengah berlangsung di Timur Tengah, potensi pariwisata Indonesia masih cukup menjanjikan.

Sumber : KBRI Warsawa
Sumber : KBRI Warsawa

“Forum ini menunjukkan bahwa meskipun situasi global penuh tantangan, kerja sama pariwisata Indonesia–Polandia tetap memiliki prospek yang sangat kuat,” ujar Agus Heryana, KUAI KBRI Warsawa, dalam keterangan resminya.

Peningkatan potensi transaksi meningkat 79 persen dibandingkan pada forum yang sama tahun lalu. Sebagai perbandingan, transaksi tahun 2025 mencapai USD 4.233.800, sedangkan pada tahun ini tercatat USD 7.579.000. 

Indonesia-Poland Tourism Business Forum 2026 kemarin mempertemukan 21 pelaku industri pariwisata Indonesia dengan 33 pelaku industri di Polandia. Sebanyak 693 kesepakatan bisnis sukses terjalin pada pertemuan tersebut.

Kesuksesan ini merupakan bagian dari diplomasi ekonomi yang diinisiasi KBRI Warsawa guna mempromosikan pariwisata Indonesia. Selain itu, beberapa langkah lain dilakukan untuk memperluas eksposur destinasi wisata Indonesia di pasar Eropa. Diantara, menjalin kerjasama dengan sejumlah maskapai penerbangan, penayangan materi promosi, kolaborasi multi-stakeholder, dan lain sebagainya. 

Diakui Agus Heryana, strategi ini berdampak sangat positif pada jumlah kunjungan turis. Sepanjang tahun 2025, tercatat rekor tertinggi sebanyak 68.100 wisatawan Polandia berkunjung ke Indonesia.

“Capaian ini menempatkan Polandia sebagai peringkat delapan negara Eropa teratas penyumbang wisatawan ke Indonesia,” ungkapnya, menegaskan capaian diplomasi ekonomi oleh KBRI Warsawa.

Jelang Lebaran 1447 H, Mendag Busan Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali

0

IndonesianJournal.id, Jakarta – Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan bahan pokok (bapok) menjelang Idulfitri 1447 H. Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) menegaskan bahwa secara nasional, harga kebutuhan pokok relatif stabil dan pasokan dijamin aman.

Hal tersebut disampaikan Mendag Busan usai melakukan peninjauan langsung di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/3). Peninjauan ini didampingi oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri dan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.

Pantau 550 Pasar Setiap Hari

Pemerintah memastikan pengawasan harga dilakukan secara ketat melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP). Sistem ini memungkinkan Kemendag memantau pergerakan harga di sekitar 550 pasar di seluruh Indonesia secara real-time.

“Setiap hari, tidak hanya menjelang Lebaran, kita melakukan pemantauan. Kita mempunyai dashboard pantauan sehingga bisa melihat pergerakan harga kebutuhan pokok setiap hari,” jelas Mendag Busan.

Daftar Harga Bapok di Pasar Kramat Jati

Berdasarkan pantauan langsung, beberapa komoditas bahkan dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan (HA). Berikut adalah rinciannya:

  • Bawang Putih Honan: Rp35.000/kg

  • Cabai Merah Keriting: Rp45.000/kg

  • Daging Sapi: Rp140.000/kg (Stabil)

  • MINYAKITA: Rp15.700/liter

  • Tepung Terigu: Rp12.000/kg

Meski demikian, Mendag mengakui ada beberapa komoditas yang berada di atas harga acuan, seperti cabai rawit merah di angka Rp100.000/kg dan telur ayam ras Rp31.000/kg. Namun, secara rata-rata nasional, kondisi ini dinilai masih terkendali.

Antisipasi Lonjakan Harga

Untuk menjaga stabilitas hingga hari raya nanti, Kemendag terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, dan para pelaku usaha.

“Apabila ada kenaikan harga, maka kita cek dan koordinasikan dengan pemasok serta Satgas Pangan. Kami juga telah melakukan rapat koordinasi menjelang Ramadan-Lebaran dan semuanya siap memasok,” tambah Mendag Busan.

Mendag juga mengajak media untuk aktif melaporkan jika ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar di lapangan agar pemerintah bisa segera mengambil langkah tindak lanjut.

Mendag Busan: Pasar Semakin Bersih, Ekonomi Indonesia Semakin Kuat!

0

IndonesianJournal.id, Jakarta – Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) menegaskan bahwa wajah ekonomi Indonesia salah satunya tercermin dari kondisi pasar rakyatnya. Hal ini disampaikan saat beliau memimpin aksi korve bersih-bersih dalam agenda Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan) di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/3).

Aksi yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan) ini dilakukan bersama Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq.

Pasar Bersih, Ekonomi Kuat

Mendag Busan menekankan bahwa kenyamanan pasar adalah kunci agar masyarakat tetap setia berbelanja di pasar rakyat. Ia memiliki visi agar pasar-pasar di Indonesia naik kelas dan lebih higienis.

“Harapan kami kalau pasar kita semakin bersih maka pasar akan semakin ramai, masyarakat sehat, dan ekonomi Indonesia menjadi kuat,” ujar Mendag Busan di sela-sela kegiatan. Beliau juga menambahkan bahwa pasar yang bersih berpotensi menjadi alternatif wisata kuliner bagi masyarakat.

Kolaborasi Lintas Kementerian melalui Gernas Mapan

Kegiatan ini diperkuat dengan Surat Edaran Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2025. Menteri LH Hanif Faisol menyebut pasar sebagai simpul budaya, sehingga kebersihannya harus mencerminkan karakter masyarakatnya.

“Kami mengajak semua pihak untuk bergotong royong menangani persoalan sampah ini. Tanpa kerja bersama, permasalahan sampah tidak akan selesai,” tegas Hanif.

Dukungan dari Akar Rumput dan Pemda

Aksi ini mendapat sambutan positif dari para pedagang. Ati, salah satu pedagang telur di Pasar Kramat Jati, mengaku lingkungan yang bersih membuat pembeli lebih nyaman datang.

Di sisi lain, Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menyatakan bahwa pihaknya terus memasifkan sosialisasi pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga. Saat ini, bank sampah induk telah tersedia di wilayah Ciracas untuk menampung sampah anorganik dari kecamatan sekitar, termasuk Kramat Jati.