IndonesianJournal.id, Jakarta – Dalam lanskap pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, pertanyaan mengenai prospek kerja lulusan menjadi perhatian utama. Pada acara jumpa pers Rabu (8/10) di Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, Monash University, Indonesia meluncurkan program sarjana sebagai langkah ekspansi yang dinilai visioner.
Pada kesempatan tersebut dihadiri oleh Prof. Matthew Nicholson, Pro Vice-Chancellor & Presiden Monash University, Indonesia, dengan didampingi oleh Tantia Dian Permata Indah selaku COO & Vice President Monash University, Indonesia, serta Derry Wijaya selaku Associate Professor & Course Coordinator Data Science.
Selain sebagai tonggak baru yang menjembatani talenta Indonesia dengan peluang global, Monash University, Indonesia, melalui Associate Professor Derry Wijaya menjelaskan strategi dan keunggulan programnya, khususnya terkait penyerapan lulusan dan sistem double degree yang ditawarkan.
Penyerapan Lulusan: Statistik Global dan Strategi Lokal

Strategi utama Monash University, Indonesia untuk memastikan lulusannya cepat terserap di industri adalah dengan melibatkan industri sejak awal perkuliahan. Melalui Industry Advisor Board, selain melibatkan beberapa perusahaan seperti Tiket.com, kurikulum mereka dirancang agar relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Derry Wijaya menambahkan pengalamannya selama berada di program Master of Data Science, Monash Univerity, bahwa meski sebagian besar mahasiswanya sudah memiliki karir, mereka melaporkan peningkatan karir, baik melalui promosi maupun head-hunt dari perusahaan lain.
Meskipun saat ini belum ada bagian khusus di Monash University Indonesia yang secara langsung menyalurkan lulusan ke industri, program kurikulum mereka mencakup “Industry Studio Experience Project”. Dalam proyek ini, mahasiswa bekerja sama dengan mentor industri untuk menciptakan produk yang dapat diterapkan di dunia industri, memberikan mereka pengalaman langsung dan kontak dengan para profesional.
Sistem Pendidikan Double Degree: Fleksibilitas dan Keunggulan Kompetitif
Sebagai contoh, lulusan Bachelor of IT dapat mengambil double degree dengan bidang lain seperti bisnis dan IT, komunikasi dan IT, atau hukum dan IT. Ini berarti dalam waktu empat tahun, mahasiswa bisa mendapatkan dua gelar sarjana, sebuah keunggulan yang signifikan dalam meningkatkan daya saing di pasar kerja.
“Sistem ini memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan dua gelar dengan biaya yang relatif lebih efisien, dan berharap sistem serupa dapat diterapkan di Indonesia di masa mendatang,” ungkap Derry Wijaya.
Sebelumnya, Tantia Dian Permata Indah selaku COO & Vice President Monash University, Indonesia memberi saran kepada mahasiswa bachelor di Indonesia yang tertarik mendapatkan double-degree dalam empat tahun perkuliahan, untuk saat ini dengan lanjut perkuliahan ke Australia.
Secara keseluruhan, Monash University Indonesia berupaya keras untuk memastikan lulusannya siap menghadapi tantangan industri melalui keterlibatan aktif dengan sektor industri dan menawarkan program pendidikan yang fleksibel dan berorientasi pada karir.
Kampus Monash Univerity, Indonesia di kawasan BSD Tangerang terbuka untuk dikunjungi bagi calon mahasiswa beserta keluarga, baik untuk konsultasi pendidikan maupun mendapatkan pengalaman langsung yang ditawarkan oleh kampus terbaik peringkat ke-36 dunia ini. (ikhsan/dokbyikhsan)