Namu Balai Kota Jakarta, Bukan Konsep Baru Tapi Cukup Inklusif

Indonesian Journal, Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkenalkan Namu Balai Kota, program yang mengajak warga menjelajahi kompleks Balai Kota Jakarta. Program ini menghadirkan rangkaian tur, edukasi, seni, budaya, kuliner, komunitas, hingga layanan publik dalam satu kunjungan.

“Balai Kota bukan hanya tempat aparatur pemerintah bertugas, tetapi juga bagian dari sejarah panjang perjalanan Jakarta. Melalui Namu Balai Kota, kami ingin membuka kesempatan bagi warga untuk datang, berinteraksi, dan melihat secara langsung bagaimana pemerintah bekerja melayani kebutuhan mereka,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Kamis (1/10).

Konsep membuka Balai Kota bagi publik pertama kali dirintis pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, sejak 12 September 2015. Akses itu sempat terhenti akibat beberapa hal, terutama karena penyesuaian aturan perkantoran, dan situasi pandemi saat itu. Kini, tradisi keterbukaan itu dihidupkan kembali lewat Namu Balai Kota.

Melalui tur program tersebut, pengunjung dapat menyusuri sejumlah ruang penting di kompleks Balai Kota. Ruang-ruang itu meliputi Pendopo, Ruang Tamu Gubernur, hingga pusat pengelolaan Jakarta Smart City. Pengalaman dilanjutkan dengan Jakarta Cinema Experience di Ruang Pola, yang menghadirkan sisi kreatif perjalanan Jakarta.

Bagi anak-anak, tersedia Kids on Air di Studio Berita Jakarta. Mereka dapat merasakan pengalaman menjadi reporter cilik sekaligus mengenal aktivitas di balik produksi berita.

“Balai Kota punya banyak cerita tentang Jakarta yang mungkin belum diketahui. Datanglah bersama keluarga, ajak anak-anak, kenali ruang-ruang yang menjadi bagian dari perjalanan kota ini, lalu nikmati karya seni, kegiatan komunitas, dan kuliner,” ajak Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Mini Mall Pelayanan Publik dalam Satu Lokasi

Selain tur, program tersebut menghadirkan Mini Mall Pelayanan Publik yang memungkinkan warga mengakses berbagai layanan sekaligus. Layanan itu mencakup pengurusan paspor dari Imigrasi, SIM Keliling dari Ditlantas Polda Metro Jaya, serta Perpustakaan Keliling dan Samsat Keliling.

Warga juga dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis, kegiatan pilah sampah, dan pembukaan rekening Bank Jakarta. Layanan perizinan berusaha, kependudukan, serta pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan turut tersedia dalam rangkaian kegiatan.

Tidak hanya layanan pemerintahan, Namu Balai Kota juga menyediakan Community Playground sebagai ruang interaksi warga dan komunitas. Area ini dilengkapi Community Stage yang dapat digunakan untuk pertunjukan musik dan permainan tradisional.

“Kami berharap akses ini dapat membantu masyarakat merencanakan kunjungan dan menikmati berbagai pengalaman yang tersedia di Balai Kota,” jelas Kepala Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi.

Informasi mengenai Namu Balai Kota dapat diakses lewat laman smartcity.jakarta.go.id dan aplikasi JAKI. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun pemerintahan yang terbuka, inklusif, dan dekat dengan warga Jakarta.

Community Podcast

Latest articles

Related articles