IndonesianJournal.id, Jakarta – “Climate Trip for Ecosystem Restoration with Bumitorri” yang diinisiasi oleh Paragon berlokasi di Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten (18/10). Kawasan ini berbatasan langsung dengan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2; dengan hanya dibatasi oleh pagar kawat saja. Namun peran Tanjung Pasir dalam pencegahan abrasi ternyata cukup besar bagi wilayah Tangerang, Banten, dan sekitarnya.
Terdapat hutan mangrove di Tanjung Pasir ini. Paragon dan social enterprise Bumitorri galang kegiatan pencegahan abrasi dengan menanam mangrove di sana. Tiap peserta atau yang disebut Paragonian dibekali 3 batang pohon untuk ditanam Kegiatan yang dikenal sebagai Paragon Bergerak kali ini bertujuan menjaga lingkungan. Acara dimulai pada sekitar pukul 8.30 dan selesai sekitar pukul 11.00 WIB.

Panitia pelaksana sekaligus salah satu human resources Paragon ini, menjelaskan bahwa Paragonian Bergerak kali ini merupakan wujud tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan. Agenda hari itu melibatkan sekitar 70 Paragonian (karyawan internal Paragon). Persiapan acara memakan waktu kurang lebih satu minggu, dengan kolaborasi erat bersama tim Bumitorri. Sedangkan komunikasi internal Paragon dilakukan melalui grup khusus acara untuk konfirmasi kehadiran dan koordinasi.
Para peserta Paragonian Bergerak, seperti Arya dari R&D Paragon dan Pratiwi dari R&D Paragon, menyatakan ketertarikan mereka mengikuti kegiatan ini karena Paragon menyediakan berbagai pilihan tempat, dan hutan mangrove menjadi pilihan mereka. Mereka tertarik menanam mangrove karena informasi mengenai abrasi di sebagian area hutan mangrove, sehingga penanaman ini sangat membantu pencegahan. Secara pribadi, Pratiwi memilih ke hutan mangrove karena belum pernah berkunjung dan terlibat langsung dalam penanaman. Keduanya merasa kegiatan menanam mangrove tidak susah dan sangat seru, serta memberikan manfaat positif bagi lingkungan. Pratiwi telah mengikuti kegiatan Paragonian Bergerak sebanyak dua kali, sedangkan Arya baru pertama kali.
“Sesuai salah satu info dari petinggi di Paragon dan pemerintah setempat di sini kalau ada bagian atau spot yang sudah terkena abrasi. Jadi akan sangat membantu (pencegahan abrasi) dengan adanya penanaman tersebut,” ungkap Arya bersemangat.
“Harapannya yang pertama lingkungan sekitar sini jadi lebih bersih, habis itu mangrove yang ditanam bisa berkontribusi bisa bermanfaat untuk lingkungan sekitar, dan juga wilayah ini jadi bermanfaat bagi kawasan di sekitarnya,” harap Icha kepada Indonesian Journal.
Icha menjelaskan bahwa entitas mereka adalah One Stop Sustainability Hub yang berfokus pada lingkungan dan keberlanjutan. Didirikan pada tahun 2025 dan mulai beroperasi pada bulan Agustus, Bumitorri bertujuan menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya anak muda, untuk belajar dan terlibat dalam isu lingkungan secara menyenangkan. Kolaborasi dengan Paragon terjalin karena kesamaan misi dalam menyebarkan kesadaran lingkungan.
Sebagai entitas bisnis, Bumitorri tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan. Untuk saat ini, Bumitorri belum menetapkan target keuntungan spesifik karena masih dalam tahap riset dan pengembangan, dengan fokus utama membangun kesadaran masyarakat tentang Bumitorri dan kontribusinya terhadap lingkungan. (ikhsan)