IndonesianJournal.id, Jakarta – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) meresmikan peluncuran Peta Jalan Ekonomi Perawatan Indonesia 2025-2045 pada Kamis (28/3) di bilangan Jakarta Pusat. Peluncuran ini menandai komitmen Indonesia untuk mempercepat tranformasi ekonomi perawatan, membangun dunia kerja yang lebih setara gender dan meningkatkan tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan sebagai upaya mencapai Visi Indonesia Emas 2045.
Ditandai dengan penyerahan Peta Jalan Ekonomi Perawatan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga kepada Menteri Perencanaan Pembanguan Nasional, Suharso Monorfa. Disaksikan oleh Direktur ILO ntuk Indonesia, Simrin Singh.

Peta Jalan ini meliputi tujuh prioritas yang terkait dengan berbagai isu penting mengenai pekerjaan perawatan sebagai berikut:
1. Mengembangkan pelayanan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini yang mudah diakses, terjangkau dan berkualitas;
2. Memperkuat layanan perawatan orang lanjut usia dan perawatan jangka panjang;
3. Meningkatkan layanan inklusif dan terpadu bagi penyandang disabilitas, orang dengan HIV, orang berkebutuhan khusus, penyintas kekerasan dan kelompok rentan lainnya;
4. Meningkatkan akses yang lebih besar pada cuti hamil;
5. Memperbanyak keterlibatan laki-laki, termasuk cuti ayah;
6. Mengakui pekerjaan yang layak bagi pekerja perawatan;
7. Menerapkan program perlindungan sosial untuk ekonomi perawatan.
Penyusunan Peta Jalan telah dimulai secara efektif setelah Presidensi G20 Indonesia pada bulan November 2022 melalui serangkaian pertemuan konsultatif antar kementerian dan lintas sektoral, forum dialog dan advokasi sosial, serta survei publik yang melibatkan pemangku kepentingan terkait, termasuk kementerian dan lembaga, sektor swasta, serikat pekerja, akademisi, organisasi masyarakat sipil untuk penyandang disabilitas, orang dengan HIV dan kelompok rentan lainnya. Komitmen kolaboratif kementerian dan pemerintah daerah serta pemerintah desa juga telah diwujudkan dalam kerangka rencana kerja lima tahun selama 20 tahun dari tahun 2025 hingga 2045 untuk setiap prioritas Peta Jalan.