Prancis & Indonesia Pererat Kerja Sama Ilmiah Melalui Penelitian Bersama di Bidang Ilmu Kelautan dan Ilmu Bumi

Indonesian Journal, Surabaya – Prancis dan Indonesia tengah mewujudkan komitmen terbaru untuk memperkuat kerja sama ilmiah menjadi kemitraan penelitian yang konkret, melalui acara Joint Workshop on Marine and Earth Sciences atau Lokakarya Bersama bidang Ilmu Kelautan dan Ilmu Bumi selama empat hari, diselenggarakan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya pada tanggal 5 hingga 8 Oktober 2026.

Diprakarsai oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pusat Nasional Penelitian Ilmiah Prancis (CNRS), serta diselenggarakan bersama oleh Lembaga Nasional Penelitian Prancis untuk Pembangunan Berkelanjutan (IRD), perusahaan Prancis spesialisasi desain pertahanan angkatan laut Naval Group, dan ITS, serta dengan dukungan dari Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN – Institut français d’Indonésie (IFI), program ini menampilkan proyek-proyek penelitian bersama dan pertukaran ilmiah yang mencakup ilmu kelautan, geologi, vulkanologi, polusi atmosfer, dan pemantauan bencana alam. Acara ini merupakan bagian dari Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026.

”Lokakarya bersama ini mencerminkan penguatan kemitraan antara Prancis dan Indonesia di bidang pendidikan, penelitian, dan mobilitas. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan yang ditetapkan oleh Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto dalam Deklarasi Paris pada tanggal 28 Mei 2026. Penyelenggaraan kegiatan ini sangat penting karena melibatkan banyak mitra, baik dari Prancis maupun Indonesia, dari sektor publik dan swasta. Mereka bekerja sama dalam proyek-proyek konkret yang saling menguntungkan dan memiliki nilai jangka panjang,” kata Bapak Fabien Penone, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN.

Inisiatif ini dibangun di atas serangkaian perjanjian yang secara bertahap telah memperkuat landasan kelembagaan kemitraan ilmiah Prancis-Indonesia. Hal ini merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Penelitian dan Inovasi antara BRIN dan CNRS, ditandatangani pada Juli 2024, yang menetapkan kerangka kerja sama ilmiah antara kedua lembaga tersebut. Lingkupnya mencakup kegiatan penelitian bersama, mobilitas ilmiah, dukungan beasiswa, serta penyelenggaraan bersama konferensi, seminar, dan lokakarya.
Selain itu, juga mengacu pada Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani oleh BRIN, CNRS, IRD, dan Naval Group pada 28 Mei 2025 selama kunjungan kenegaraan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia. LoI tersebut mengikat keempat mitra untuk mengembangkan peta jalan bersama di bidang sains, teknologi, dan inovasi di sektor maritim. Lokakarya pekan ini merupakan langkah konkret pertama ke arah tersebut karena mempertemukan puluhan peneliti Prancis dan Indonesia dalam proyek-proyek bersama dan sesi-sesi ilmiah.

Dialog Maritim Bilateral Prancis-Indonesia Ketiga, yang diselenggarakan di Bali pada 27–28 Oktober 2025, mempertemukan perwakilan pemerintah, diplomat, dan ilmuwan untuk memajukan kerja sama di bidang tata kelola laut, keberlanjutan maritim, dan kerja sama ilmiah.

Momentum ini semakin diperkuat melalui Strategi Bersama di Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Mobilitas (Deklarasi Paris), yang disepakati oleh Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto pada 28 Mei 2026, selama kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia ke Prancis.

“Momentum yang tercipta berkat kunjungan dan pernyataan tingkat tinggi baru-baru ini memberikan dorongan baru bagi kerja sama ilmiah Prancis-Indonesia di bidang kelautan. Berbekal 50 tahun kerja sama ilmiah dengan Indonesia, IRD berkomitmen untuk mewujudkan ambisi bersama ini menjadi kemitraan penelitian inovatif yang memanfaatkan keahlian yang saling melengkapi guna memahami lingkungan laut yang berubah dengan cepat, menempatkan masyarakat sebagai pusat solusi, serta mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan,” ungkap Adèle Martial-Gros, Perwakilan IRD di Indonesia dan Timor-Leste.

Community Podcast

Latest articles

Related articles