IndonesianJournal.id, Medan – PT Industri Karet Deli (IKD), produsen ban nasional di Indonesia dengan merek Swallow, Delium, dan Deli Tire, resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 10.004.630 Watt peak (Wp) atau sekitar 10 MWp yang terpasang di fasilitas produksinya di Kota Medan. Dengan kapasitas tersebut, PLTS Atap IKD tercatat sebagai yang terbesar di sektor industri di Provinsi Sumatera Utara hingga saat ini. Lebih dari sekadar pencapaian teknis, langkah ini mencerminkan komitmen IKD dalam mengurangi emisi karbon, menekan ketergantungan pada energi fosil, serta mengambil peran aktif sebagai pelaku industri yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan keberlanjutan jangka panjang.
Peresmian PLTS Atap yang ini dihadiri oleh perwakilan resmi Pemerintah Kota Medan, Wakil Duta Besar Kerajaan Norwegia untuk Indonesia, Head of Economic Affairs Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia, Perwakilan Uni Eropa untuk Indonesia, perwakilan PT PLN (Persero), Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Provinsi Sumatera Utara, perwakilan Anggota Dewan, Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), jajaran manajemen PT Industri Karet Deli, serta PT Greenroof Energy Indonesia selaku pengembang proyek.
PLTS Atap yang selesai dibangun pada 2025 ini dirancang untuk menghasilkan energi listrik yang lebih bersih dengan estimasi produksi sekitar 12–13 GWh per tahun, yang dimanfaatkan langsung untuk mendukung operasional pabrik. Kehadiran sistem ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengelola kebutuhan energi secara lebih bertanggung jawab, sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas industri. Dari sisi lingkungan, PLTS Atap ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi karbon hingga 10.000 ton CO₂, atau setara dengan penanaman sekitar 450.000 pohon per tahun, sesuai dengan faktor emisi sistem ketenagalistrikan nasional.
Direktur PT Industri Karet Deli, Bapak Darkiat Tjangnaka, menyampaikan bahwa pengoperasian PLTS Atap ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam mendukung transisi energi bersih nasional sekaligus memperkuat kinerja operasional industri.
“Peresmian dan pengoperasian PLTS Atap berkapasitas 10 MWp ini merupakan tonggak penting dalam transformasi energi PT Industri Karet Deli. Energi yang dihasilkan dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung operasional pabrik, meningkatkan efisiensi energi, serta memperkuat ketahanan pasokan listrik perusahaan. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mengkaji peluang penambahan kapasitas PLTS Atap seiring dengan perkembangan kebutuhan energi dan teknologi. Kami meyakini bahwa industri masa depan adalah industri yang unggul secara ekonomi sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Bapak Darkiat Tjangnaka.

Pemerintah Kota Medan menyambut baik langkah strategis yang dilakukan PT Industri Karet Deli (IKD) sebagai contoh nyata pemanfaatan energi terbarukan di sektor industri. Peresmian PLTS Atap ini dipandang sebagai wujud kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan, sekaligus mencerminkan sinergi positif antara pemerintah daerah dan pelaku industri dalam membangun ekosistem usaha yang tangguh dan bertanggung jawab. Melalui momentum ini, Pemkot Medan mendorong pelaku usaha lainnya untuk menjadikan inisiatif serupa sebagai inspirasi dalam pengembangan bisnis yang inovatif, berorientasi jangka panjang, serta berkontribusi pada peningkatan daya saing industri dan kualitas lingkungan, sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan dan visi “Medan untuk Semua”.
Disisi lain, Manager PLN UP3 Medan Utara, Bapak Hiro Pingkir Pardede, menyampaikan bahwa PLN menilai pengembangan PLTS Atap di PT Industri Karet Deli sebagai bentuk nyata komitmen pelanggan industri dalam mendukung transisi energi serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Sebagai salah satu pelanggan besar PT PLN (Persero) dengan kapasitas daya terpasang sebesar 22,86 MW, PT Industri Karet Deli dinilai memiliki potensi signifikan dalam mengembangkan pemanfaatan energi bersih secara terintegrasi. Sejalan dengan hal tersebut, PLN juga mendorong pemanfaatan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di lingkungan industri sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi dan penguatan ekosistem energi yang berkelanjutan.
PLTS Atap ini dikembangkan oleh PT Greenroof Energy Indonesia, pengembang PLTS yang merupakan perusahaan gabungan (joint venture) antara Norfund dan Climate Fund Managers, serta dirancang dan dibangun sesuai dengan standar teknis, keselamatan, dan ketentuan ketenagalistrikan yang berlaku.
Norfund sebagai lembaga investasi pembangunan milik Pemerintah Norwegia dan Climate Fund Managers (dengan dukungan dari Uni Eropa) sebagai perusahaan manajemen investasi berbasis di Belanda yang berfokus pada pengelolaan dana untuk proyek energy terbarukan di negara berkembang.
Proyek ini menegaskan komitmen PT Industri Karet Deli dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta dukungan terhadap pengembangan energi baru terbarukan dan pengurangan emisi gas rumah kaca.