Indonesian Journal, Milan — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mulai menyiapkan arah baru pengelolaan Jakarta International Stadium (JIS). Hal ini dirancang setelah melakukan penjajakan kerja sama dengan San Siro Stadium di Milan, Italia.
Dalam kunjungan itu, Rano menegaskan stadion modern tidak lagi cukup hanya menjadi tempat pertandingan sepak bola.
“Kita datang bukan sekadar berkunjung, tetapi belajar bagaimana sebuah stadion hidup sebagai ruang sejarah, bisnis, hiburan, dan menjadi kebanggaan warga. JIS punya potensi besar untuk berkembang ke arah sana,” ujar Rano.

Pertemuan bersama manajemen San Siro berlangsung pada Selasa (12/5/2026) dan membahas peluang transfer pengetahuan terkait tata kelola stadion internasional. Selain itu pengembangan museum stadion, teknologi pembibitan rumput, hingga strategi fan engagement ikut dibahas. Pemprov DKI Jakarta ingin JIS menjadi ruang publik yang hidup sepanjang tahun, termasuk melalui kegiatan non pertandingan dan wisata olahraga.
Bagi Jakarta, langkah ini menjadi bagian dari transformasi JIS sebagai infrastruktur kota yang tidak hanya berfungsi saat pertandingan berlangsung. Pemprov DKI Jakarta melihat stadion modern kini berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif. Visi itu juga termasuk destinasi sport tourism, hingga ruang interaksi publik yang dapat menghidupkan kawasan sekitar.
Rano meminta PT Jakarta Propertindo sebagai pengelola JIS untuk melanjutkan komunikasi dengan San Siro. Kolaborasi tersebut diharapkan mencakup manajemen event berskala besar, pengembangan pengalaman pengunjung, hingga optimalisasi aktivitas stadion di luar jadwal pertandingan.
Momentum ini juga beriringan dengan rencana kedatangan AC Milan ke Jakarta pada Agustus 2026 mendatang. Tim I Rossoneri akan menghadapi Chelsea FC dalam laga pramusim nanti di Gelora Bung Karno.
“Dunia melihat Jakarta sebagai pasar, sebagai panggung, dan sebagai kota yang punya gairah besar terhadap sepak bola. Maka tugas kita adalah memastikan Jakarta siap bukan hanya sebagai tuan rumah pertandingan, tetapi juga sebagai kota yang mampu menghadirkan pengalaman kelas dunia,” katanya.
Stadion dan Arah Keberlanjutan Kota
Delegasi DKI Jakarta juga meninjau langsung museum dan tur stadion San Siro. Rano beserta delegasi mempelajari bagaimana sejarah klub, pengalaman pengunjung, dan keterlibatan suporter dikelola sebagai bagian dari identitas stadion. Pengalaman itu dinilai penting karena JIS diproyeksikan sebagai bagian dari wajah baru Jakarta menuju kota global.
Di tengah tren stadion modern dunia, penjajakan antara Rano Karno, San Siro, dan JIS memperlihatkan arah keberlanjutan sebuah kota. Stadion kini mulai dipandang sebagai ruang kota berkelanjutan, dimana olahraga, hiburan, ekonomi kreatif, hingga wisata bertemu dalam satu ekosistem yang hidup sepanjang tahun.
