Indonesian Journal, Jakarta – Semarak perayaan HUT Jakarta yang 499 tahun dirasakan sejak awal bulan Juni disetiap tempat di Jakarta. Berbagai kegiatan bernuansa Betawi menjadi pilhan penyelenggara kegiatan yang melibatkan semua unsur masyarakat. Momen ini sering sekali dijadikan momen menghidupkan budaya Betawi yang mulai terkikis zaman.
Lenong, seni pertunjukan panggung khas Betawi, menjadi salah satu yang menjadi pilihan warga. Drama panggung yang isi menyoroti kehidupan masyarakat, terutama Jakarta, dan berisi nasehat yang disampaikan lewat celutukan ringan dan menghibur menjadi ciri khas kesenian lenong.
Tahun ini, Galeri Indonesia Kaya bekerjasama dengan Sanggar Oplet Robet menggelar pertunjukan di auditorium Galeri Indonesia Kaya di bilangan Jakarta pusat pada Sabtu (20/6), dengan mengangkat judul ‘Lenong Kampung Te-Ko.
Renitasari Adrian, Program Directur Indonesia Kaya, dalam keterangan persnya menyampaikan, “Sebagai ruang publik budaya yang berkomitmen untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya Indonesia, Kami ingin perayaan HUT Jakarta yang ke-499 ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali beragai kesenian Betawi yang telah menjadi identitas Jakarta. Kami percaya, perkembangan kota Jakarta saat ini perl berjalan seiring dengan upaya menjaga warisan budaya. Melalui rangkaian pertunjukan seni Betawi, kami berharap semakin banyak masyarakat, khususnya kaum muda, dapat mengenal dan mengapresiasi budaya yang menjadi bagian dari perjalanan Jakarta hingga saat ini.”
Dikemas dengan gaya khas Betawi, Lenong Kampung Te-Ko mengisahkan kehidupan masyarakat kampng yang rukun di tengah serunya kota Jakarta. Keharmonisan ini mulai terusik dengan hadirnya sekelompok preman yang memanfaatkan kondisi ekonomi warga. Konflik yang hadir merupakan potret kehidupan warga Jakarta yang berisi berbagai dinamikanya.
Berdurasi 60 menit dengan 16 pemain, Lenong Kampung Te-Ko diharapkan bisa menjadi hiburan yang dekat dikehidupan sehari-hari. Sekaligus menjadi wadah untuk menyampaikan pesan.
