Setia Dengan Batik Polkadot, Hendri Budiman Bubuhkan Filosofi Jepang Dalam Karyanya

Indonesian Journal, Jakarta – Di dunia industri kreatif ide padu padan untuk menampilkan keunikan pada karya bukan adalah hal biasa. Ide memadukan ini juga terjadi di industri fashion dengan tujuan memberi sentuhan-sentuhan menarik terhadap karya rancangan. Seperti koleksi dari Hendri Budiman di panggung mode pada In2motion yang belum lama ini berlangsung di JICC, Jakarta.

Merilis koleksi dengan tajuk SADA yang berarti ‘Abadi’ dalam bahasa sansekerta, Hendri Budiman memadukan batik motif polkadot, yang menjadi ciri khasnya, dengan konsep filosofi Jepang, ‘Wabi Sabi’. Konsep ‘wabi sabi’ sendiri berarti menemukan keindahan didalam ketidak sempurnaan.

“SADA adalah konsep merayakan keindahan di balik ketidaksempurnaan, penerimaan terhadap siklus alami pertumbuhan dan pelapukan , serta kesederhanaan. Selain itu, SADA juga nama cucu saya yang baru lahir,” jelas Hendri Budiman pada wawancara melalui chat dengan tim redaksi Indonesian Journal, Kamis (22/10).

Lebih lanjut Hendri Budiman menjelaskan, “SADA lahir dari refleksi mendalam tentang arti keindahan di dunia modern yg serba cepat. Di saat industri mode seringkali mengejar kesempurnaan instan, brand Hendri Budiman justru berbalik arah untuk mengedepankan orisinalitas lewat Wabi Sabi.”

Sementara motif polkadot sendiri memiliki makna simbol lingkaran kehidupan, waktu dan alam semesta yg terus berputar tanpa awal dan akhir, sebuah bentuk keabadian yg hakiki. Setiap bulatan polkadot yg tidak sempurna, retak atau memiliki warna yg tidak merata justru menunjukkan sentuhan manusia. Ketidaksempurnaan bentuk lingkaran ini adalah pengingat bahwa keindahan sejati terletak pada keunikan dan proses alami yg tidak dpaksakan.

Untuk Materialnya sendiri dipilih bahan dari serat alami seperti katun dan linen dan motif polkadot yang dibuat dengan teknik batik tulis, handmade yang tidak sempurna mau bentuk, atau pun warnanya. Beberapa desain menggunakan tekni patchwork, handbag pautchwork dan sashiko.

Untuk silhouette nya Hendri Budiman menggunakan sihloutte H dan A dengan 8 koleksi. Sementara wastra yg dgunakan adalah Batik tulis dan cap.

Community Podcast

Latest articles

Related articles