IndonesianJournal.id, Jakarta – Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 akan segera digelar di 3 kota. Dimula dari di Grand City Convention pada 29-31 Mei 2026, kemudian di Tiara Convention Center, Medan. Dan ditutup pada 4-6 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Jakarta.
Dengan mengusung tema “Brewing Business, Shaping Lifestyle and Coffee Excellence”, ICX menjadi anjang kolaboratif antara petani, roaster, barista, pelaku UMKM, brand lifestyle hingga insitusi keuangan dalam satu ekosistem terintegrasi. Pameran ini menyatukan specialty coffee dan traditional coffee dalam satu ruangan kolaboratif yang merayakan budaya dan inovasi, serta peluang bisnis.
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, sebagai official patner perbankan ICX, menyoroti fenomena baru yang terjadi di industri kopi, terutama di Indonesia.
“Ada pergeseran penikmat kopi dalam satu dekade terakhir. Pasar kopi mengalami transformasi besar. Dari saat konsumsi kopi sekedar minum dan hanya segelintir menjadikannya experience, dengan yang saat ini kopi menjadi gaya hidup atau lifestyle,” tutur Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), yang dikutip dari siaran pers Dyandrapromosindo, yang diterima tim redaksi Indonesian Journal, pada Jum’at (27/2).
Indonesia secara konsisten masuk lima besar produsen kopi dunia. Produksi nasional mencapai ratusan ribu ton per tahun, dengan jutaan petani menggantungkan hidup pada sektor ini.
“Nama-nama seperti Kopi Gayo, Toraja, Flores, Kintamani, hingga Mandailing sudah dikenal luas di pasar global. Tak hanya unggul dari sisi volume, specialty coffee Indonesia juga memiliki reputasi sangat baik karena kualitas dan cerita asal-usulnya,” kata Nixon.
Industri kopi melibatkan jutaan tenaga kerja dari hulu ke hilir. Ekosistemnya mencakup petani, pengolah, roaster, distributor, kedai kopi, barista, event, komunitas, dan platform digital. Rantai nilai ini panjang dan saling terhubung.
“Ketika satu bagian tumbuh, seluruh ekosistem ikut bergerak. Pertumbuhan sektor ini harus didukung oleh sistem keuangan yang terintegrasi,” terang Nixon.
Melalui Bale (BTN Around Lifestyle Ecosystem) by BTN, perseroan menghadirkan pendekatan kolaboratif untuk mendukung industri berbasis lifestyle, termasuk kopi. Dukungan tersebut mencakup kemudahan transaksi digital melalui QRIS dan EDC, integrasi pembayaran lewat Bale Super Apps, program promosi dan engagement, solusi pembiayaan usaha, pengelolaan arus kas, hingga dukungan kepemilikan ruang usaha dan properti komersial.
“Kami ingin pelaku usaha kopi tidak hanya kreatif, tetapi juga kuat secara finansial dan berkelanjutan,” tegas Nixon.
Pada ajang Indonesia Coffee Expo, BTN menyediakan EDC dan QRIS di seluruh area transaksi serta mengintegrasikan pembayaran digital melalui Bale by BTN. Selain itu, BTN menghadirkan program cashback dan most spender, serta kampanye promosi untuk meningkatkan partisipasi dan transaksi selama pameran berlangsung.
“Kami percaya bahwa ekosistem yang kuat lahir dari kolaborasi yang konsisten. BTN siap menjadi bagian dari perjalanan panjang industri kopi di Indonesia,” pungkasnya.

