IndonesianJournal.id, Jakarta –Â Lanskap mode tanah air kembali berdenyut melalui gelaran Noesa Raya: Celebrate Raya with D21 Collection yang dihelat di Lotte Shopping Avenue, Sabtu (14/3). Berkolaborasi dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) Jakarta, panggung kali ini menjadi ruang pertemuan antara tradisi wastra dengan siluet modern yang dinamis.
Sebanyak 12 desainer kenamaan, mulai dari Lenny Agustin, Yanti Adeni, hingga Raegitazoro, memamerkan visi mereka dalam menerjemahkan kekayaan tekstil nusantara.
Namun, yang menarik perhatian musim ini adalah bagaimana para kreator tersebut mencoba mendobrak pakem busana hari raya yang biasanya identik dengan kesan kaku atau terlalu formal.
Di antara deretan koleksi yang tampil, desainer Yani Halim membawa napas segar melalui eksplorasi material yang kontras. Mengusung tema Ramadan dan Idul fitri, Yani tidak memilih jalur aman. Ia justru memadukan batik tulis yang sarat nilai historis dengan material denim yang kasual dan berjiwa muda.
“Ciri khas desain saya memang selalu mencampur (mix) dengan denim untuk mengejar kesan edgy dan unik,” ungkap Yani saat ditemui di sela acara.
Keputusannya menggunakan denim bukanlah tanpa alasan. Baginya, pasar anak muda memiliki selera yang sulit ditebak namun sangat loyal terhadap material jeans. Dengan mengawinkan denim dan batik, Yani berhasil menciptakan jembatan agar generasi muda tetap merasa relevan saat mengenakan wastra di hari raya.
Show kali ini juga menjadi panggung bagi kolektif D2-I, sebuah konsep toko bersama yang menaungi para desainer lokal. Sebanyak 22 tampilan (looks) dihadirkan, di mana setiap desainer menginterpretasikan kekayaan motif nusantara ke dalam dua set koleksi yang berbeda.


