38 Persen Tenaga Kerja Pertanian Nasional Disumbang Perempuan, Akses Lahan Masih Rendah

Indonesian Journal, Jakarta — Perempuan menyumbang porsi besar terhadap tenaga kerja pertanian nasional. FAO dan UN Women mencatat angka ini mencapai 38 persen, atau setara 14,81 juta orang.

Sensus Pertanian 2023 BPS mencatat 4.230.943 perempuan sebagai pengelola Usaha Pertanian Perorangan. Angka ini setara 14,4 persen dari total 29.341.033 pengelola UTP nasional.

Peran ekonomi perempuan juga tergambar dari kepemilikan rumah tangga usaha tani. Sebanyak 3.295.740 rumah tangga UTP tercatat berkepala perempuan menurut sensus yang sama.

Koalisi Perempuan Indonesia mencatat akses perempuan petani terhadap modal dan teknologi masih rendah. Keterbatasan ini turut mencakup akses lahan, informasi, pendidikan, dan pasar.

Kontrol perempuan petani atas aset dan pengelolaan pendapatan usaha juga dinilai lemah. Penguasaan lahan oleh kelompok bisnis, pemerintah, dan militer turut memperburuk kondisi ini.

“Koalisi Perempuan Indonesia memandang bahwa membangun kedaulatan pangan tidak dapat dipisahkan dari memastikan kedaulatan perempuan petani,” demikian pernyataan resmi organisasi tersebut.

Rekomendasi kebijakan turut menyasar penguatan ekonomi perempuan lewat koperasi pertanian di tingkat desa. Penguatan ini diharapkan memperkuat posisi perempuan dalam tenaga kerja pertanian nasional.

Community Podcast

Latest articles

Related articles