Home Entertainment Once We Were One, Potret Luka Generasi Muda Seoul Mengejar Mimpi

Once We Were One, Potret Luka Generasi Muda Seoul Mengejar Mimpi

Potret pahit bertahan hidup di Seoul.

0
Once We Are one

Once We Were One bukan sekadar film melodrama romantis biasa yang menjual air mata lewat skenario klise. Film ini berhasil menjadi potret luka generasi muda kota Seoul atas dikte ekonomi negara terhadap jalannya sebuah hubungan.

Premisnya sangat realistis, di mana cinta sering kali harus berbenturan dengan realitas hidup yang keras. Film yang disutradarai Kim Do-young ini membingkai hubungan dua manusia di tengah persaingan dunia kerja yang sangat kompetitif dan sistematis.

Film ini secara berani memperlihatkan bagaimana ambisi karier dan tekanan finansial dapat mengikis keharmonisan sebuah hubungan. Alih-alih menyajikan konflik orang ketiga yang dramatis, hambatan utama karakter di sini adalah tentang ukuran kesuksesan sosial.

Eun-ho yang diperankan Koo Kyo-hwan harus bersaing di dalam dunia pengembangan gim komputer yang kompleks. Sedangkan Jung-won yang diperankan oleh Moon Ga-young harus mengubur keinginannya kuliah di bidang arsitektur. Keduanya juga harus berjibaku atas biaya sewa tempat tinggal, ketidakpastian kerja, serta standar kesuksesan sosial yang mencekik.

sumber : x.com @_vibescinematic
sumber : x.com @_vibescinematic

Akting yang emosional namun tetap membumi membuat penonton merasa bahwa kisah ini bisa terjadi pada siapa saja yang sedang berjuang di kota besar. Bersama adaptasi kondisi sosial, film ini terasa sangat relevan, jujur sekaligus menyakitkan. Terdapat sisi kesederhanaan dalam kisahnya yang menjadikan film ini terasa indah. 

Sinopsis Once We Were One

Once We Were One mengisahkan tentang sepasang kekasih yang telah menjalin hubungan cukup lama dan harus menghadapi ujian berat di fase dewasa. Di tengah hiruk-pikuk kota Seoul, keduanya berjuang untuk menyeimbangkan antara kasih sayang yang mereka miliki dengan ambisi pribadi. 

Di fase keduanya menjalani persaingan kerja serta tuntutan ekonomi yang semakin menghimpit, hubungan Eun-ho dan Jung-wo perlahan menciptakan jarak. Khususnya Eun-ho mulai mempertanyakan kembali apakah cinta saja cukup untuk mempertahankan kebersamaan.

Impian yang dulunya mereka bangun bersama mulai retak akibat realitas hidup yang tidak kenal ampun. Konflik memuncak ketika pilihan antara stabilitas finansial dan kesetiaan pada pasangan menjadi sebuah dilema yang tak terelakkan. Film ini mengikuti perjalanan emosional keduanya dalam menghadapi kekecewaan, pengorbanan, dan upaya untuk tetap saling menjaga satu sama lain.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version