Indonesian Journal, Jakarta — Jagat Satwa Nusantara resmi membuka pendaftaran Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 hari ini. Program ini menjadi wujud pendekatan Zoo Skolastik yang menghubungkan pembelajaran sekolah dengan konservasi satwa Indonesia.
Zoo Skolastik menghadirkan lembaga konservasi sebagai ruang belajar yang terhubung dengan dunia pendidikan. Pengetahuan yang dipelajari di kelas dipertemukan dengan konteks kehidupan satwa, ekosistem, dan upaya pelestariannya.
Materi kompetisi mencakup tiga bidang utama bagi peserta siswa kelas V-VI SD/MI. Bidang tersebut meliputi IPAS, Biodiversitas dan Konservasi, serta Pengetahuan Umum dan Kebudayaan.
Direktur Dyandra Promosindo Rumpoko Hadi menegaskan program ini fokus pada pembelajaran menyenangkan secara berkelanjutan.
“Kami ingin semangat belajar tentang satwa dan konservasi tetap hidup setelah piala dibagikan,” ucapnya dalam konferensi pers di Jagat Satwa Nusantara TMII.
Keberlanjutan diwujudkan lewat paket edukasi yang dapat dipakai ulang oleh guru dan siswa. Guru dapat memanfaatkan materi untuk kuis antarkelas maupun diskusi keanekaragaman hayati setelah kompetisi berakhir.
Staff Ahli Menteri Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, menyampaikan dukungan penuh pemerintah.
“Kolaborasi dengan kompetisi ini penting bagi pertumbuhan anak, supaya mereka nanti bisa menjadi ilmuwan,” jelasnya.
Penyelenggaraan perdana pada 2025 mencatat 21 sekolah berhasil melaju ke Grand Final. Capaian ini terdiri atas 18 sekolah dasar dan 3 sekolah menengah pertama, menjadi landasan pengembangan program tahun ini.
Pendaftaran Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 dibuka hingga 10 Oktober 2026 lewat akun Instagram resmi. Sekolah wajib mengunggah video kesiapan berdurasi maksimal 60 detik sebagai syarat pendaftaran.
Sebanyak 36 sekolah terpilih akan berkompetisi menuju Grand Final pada 22 November 2026. Ajang puncak ini akan digelar di Teater Dunia Air Tawar, Jagat Satwa Nusantara, Taman Mini Indonesia Indah.
Pendekatan Zoo Skolastik diharapkan terus berkembang menjangkau lebih banyak sekolah di tahun-tahun mendatang. Semangat “Lindungi Satwa, Edukasi Generasi” menjadi visi jangka panjang di balik keberlanjutan program ini.

