Indonesian Journal, Jakarta – 100% Manusia Film Festival 2026 menghadirkan 100% Meet the Festivals pada Senin, 10 Agustus 2026, di Erasmus Huis, Jakarta. Acara ini menjadi ruang pertemuan dan jejaring bagi publik dengan para pengelola festival film, khususnya festival yang mengangkat isu hak asasi manusia, filmmaker, serta kurator film dari berbagai negara di Asia Tenggara.
100% Meet the Festivals merupakan bagian dari Cinema Without Borders, yang pertama kalinya dilaksanakan di Asia Tenggara sebagai hasil kolaborasi 100% Manusia Film Festival dengan Movies That Matter. Program pengembangan kapasitas dan jejaring ini mempertemukan pengelola festival film dan inisiatif sinema dari Indonesia, Malaysia, Kamboja, Thailand, Myanmar, Filipina, dan Vietnam dalam lokakarya tertutup selama lima hari pada 6–10 Agustus 2026 di Jakarta.
Melalui Cinema Without Borders, para peserta bertukar pengalaman dan praktik mengenai berbagai aspek penyelenggaraan festival film, mulai dari programming, funding, promosi, penyelenggaraan diskusi, strategi dampak, hingga upaya menjangkau audiens baru. Program ini menjadi ruang untuk mendapatkan pengetahuan praktis, mengembangkan gagasan, serta memperkuat jejaring antar-pengelola festival di kawasan Asia Tenggara.
Menurut Meninaputri Wismurti, Ketua Program Film 100% Manusia Film Festival 2026, program Cinema Without Borders di festival kali ini adalah kesempatan memperluas jejaring dan membuka kemungkinan kolaborasi lintas negara di kawasan.
“Program Cinema Without Borders adalah kesempatan langka untuk belajar bersama negara tetangga kita tentang bagaimana festival film bisa dikembangkan sekaligus membangun hubungan baru yang terus berlanjut setelah program ini selesai. Melalui 100% Meet the Festivals, kami ingin mempertemukan teman-teman dari berbagai festival di kawasan Asia Tenggara, membuka ruang berjejaring agar publik dan teman-teman di industri film Indonesia dapat bertemu langsung dengan industri film internasional dan mengenal lebih jauh festival-
festival film yang ada di kawasan kita,” jelasnya.
Menurut Meninaputri Wismurti, Ketua Program Film 100% Manusia Film Festival 2026, program Cinema Without Borders di festival kali ini adalah kesempatan memperluas jejaring dan membuka kemungkinan kolaborasi lintas negara di kawasan. “Program Cinema Without Borders adalah kesempatan langka untuk belajar bersama negara tetangga kita tentang bagaimana festival film bisa dikembangkan sekaligus membangun hubungan baru yang terus berlanjut setelah program ini selesai. Melalui 100% Meet the Festivals, kami ingin mempertemukan teman-teman dari berbagai festival di kawasan Asia Tenggara, membuka ruang berjejaring agar publik dan teman-teman di industri film Indonesia dapat bertemu langsung dengan industri film internasional dan mengenal lebih jauh festival-festival film yang ada di kawasan kita,” jelasnya.
Kehadiran Cinema Without Borders dan 100% Meet the Festivals menjadi bagian dari program 100% Manusia Film Festival untuk memperluas ruang pertemuan lewat film sekaligus memperkuat hubungan antara festival, sineas, kurator, komunitas dan publik.
Memasuki satu dekade perjalanan dengan tema ‘A Decade of Love Language’, festival terus menghadirkan ruang untuk saling mendengarkan, berbagi pengalaman, membangun empati, dan menemukan kolaborasi baru lewat film dan medium kreatif lainnya.
