Tuesday, February 24, 2026
HomeEntertainment5 Fakta Menarik Film Ke-12 Joko Anwar, "Ghost in the Cell",

5 Fakta Menarik Film Ke-12 Joko Anwar, “Ghost in the Cell”,

horor, humor, satir

IndonesianJournal.id, Jakarta – Sutradara kawakan Indonesia, Joko Anwar, kembali bersiap. Bersama film ke-12 nya, ia menyapa para penggemar sinema tanah air lewat karya terbaru : Ghost in the Cell.

sumber : poplicist
sumber : poplicist

Come and See Pictures baru saja merilis official trailer film tersebut di Epicentrum XXI, Jakarta, hari ini (23/2/2026). Tidak saja menjanjikan pengalaman sinematik, film berlatar penjara itu tampak meneror secara visual sekaligus mengundang tawa.

Berikut sederet fakta menarik dari film Ghost in the Cell sebelum menontonnya di bioskop!

1. Perpaduan Unik Horor Supranatural dan Komedi Satir

Menandai karya film ke-12 dari sutradara dan penulis Joko Anwar, film ini tidak sekadar menakut-nakuti. Ghost in the Cell menggabungkan aspek horor supranatural dengan komedi satir yang menyoroti politik dan situasi sosial di Indonesia. Joko Anwar bahkan mendesain film ini agar penonton bisa tertawa lepas karena melihat cerminan kehidupan masyarakat Indonesia itu sendiri.

2. Berlatar Penjara sebagai ‘Miniatur’ Negara

Film ini mengambil latar di sebuah penjara Indonesia yang penuh dengan kekacauan, kekerasan, dan ketidakadilan. Menurut Joko Anwar, cerita di film ini merupakan miniatur kehidupan rakyat yang terasa seperti hidup di dalam penjara. Dinamika antara pejabat lembaga pemasyarakatan dan para narapidana diibaratkan sebagai representasi dari pemerintah dan rakyatnya.

3. Tayang Perdana di Berlin International Film Festival 2026

Sebelum dipastikan tayang di Indonesia, Ghost in the Cell ternyata sudah lebih dulu melanglang buana ke kancah internasional. Film ini mendapatkan sambutan dan antusiasme yang tinggi saat melangsungkan world premiere di ajang bergengsi Berlin International Film Festival 2026. Selain itu, perilisan global film ini juga ditangani oleh Barunson E&A sebagai sales agent.

4. Teknik Syuting yang Sangat Efisien

Proses produksi film ini menerapkan pendekatan yang luar biasa efisien. Sang produser, Tia Hasibuan, mengungkapkan bahwa syuting diselesaikan dalam waktu 22 hari, namun hanya memakan waktu setengah hari kerja (dari pagi hingga jam makan siang) di setiap harinya. Praktis, waktu produksi ini terasa seolah-olah hanya memakan waktu 11 hari saja.

5. Didesain Layaknya Teater dengan Hanya 43 Scene

Joko Anwar menggunakan pendekatan pengambilan gambar yang berbeda di film ini. Ghost in the Cell didesain seperti pertunjukan teater dan hampir seluruhnya menggunakan teknik one shot take. Alhasil, film ini hanya memiliki total 43 scene saja—jauh lebih sedikit dibandingkan film pada umumnya yang bisa mencapai sekitar 120 scene—dengan masing-masing adegan berdurasi panjang.

Ghost in the Cell dibintangi oleh deretan aktor papan atas, termasuk Abimana Aryasatya yang memerankan karakter utama bernama Anggoro. Film ke-12 Joko Anwar ini siap meneror dan menghibur penonton di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 16 April 2026.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments