Indonesian Journal, Szczecin — Dalam ajang Piknik nad Odrą 2026, KBRI Warsawa dorong pendekatan pariwisata berkelanjutan Indonesia. Pameran pariwisata berskala besar itu terbuka untuk umum dan diikuti oleh 140 exhibitor pariwisata dunia serta 100 ribu pengunjung (9-10 Mei 2026).
Pihak KBRI Warsawa mencoba memperluas citra pariwisata nasional di pasar Eropa. Melalui promosi wisata budaya, wellness tourism, hingga destinasi di luar Bali, pengunjung diajak merasakan pengalaman wisata berbasis budaya dan keberlanjutan.
Tidak hanya menampilkan promosi destinasi populer, KBRI Warsawa juga membawa pendekatan diversifikasi wisata. Dengan memperkenalkan berbagai daerah dan pengalaman budaya, upaya ini dinilai lebih dekat dengan tren sustainable tourism global.
KBRI Warsawa menyebut promosi dilakukan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi yang kaya budaya dan memiliki keragaman pengalaman wisata. Langkah ini juga diarahkan untuk memperluas promosi pariwisata Indonesia di luar kawasan ibu kota dan destinasi arus utama.
“Langkah ini sejalan dengan tren peningkatan kunjungan wisatawan Polandia ke Indonesia. Berdasarkan data BPS, rekor kunjungan tertinggi Wisman Polandia tertinggi di tahun 2025 dengan mencatat 68.100 orang pengunjung,” ujar perwakilan KBRI Warsawa dalam keterangan resminya.
Sejumlah pelaku industri turut terlibat, mulai dari biro perjalanan wisata, pengelola resort, hingga pelaku wellness tourism seperti Art & Spa Bali. Pendekatan ini dinilai penting karena wisata berbasis wellness dan budaya menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di pasar Eropa.

Selain promosi wisata, Indonesia juga menampilkan pertunjukan gamelan, Tari Yapong, Tari Rantak, dan Tari Banyumasan. Pendekatan budaya ini menjadi bagian dari diplomasi pariwisata yang tidak hanya menjual destinasi, tetapi juga identitas dan pengalaman lokal Indonesia.
KBRI Warsawa mencatat potensi transaksi selama kegiatan mencapai sekitar EUR 50.250. Tren ini menunjukkan pasar Eropa Timur mulai menjadi salah satu target penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan Indonesia.
Tren Global Sustainability Tourism
Dalam beberapa tahun terakhir, tren pariwisata global mengalami perubahan pola dari konsep mass tourism menuju distributed tourism. Meski destinasi populer tetap jadi pilihan, wisatawan dunia tertarik dengan perjalanan yang lebih personal, slower, dan dekat dengan kehidupan lokal.
Perubahan sangat terlihat ketika wisatawan menginginkan pengalaman lebih mendalam dalam berwisata dengan dampak lingkungan yang lebih minim. Tren ini membuat promosi wisata berbasis budaya, wellness, dan komunitas lokal semakin relevan di pasar global, termasuk Eropa.
Langkah KBRI Warsawa ini menunjukkan bahwa Indonesia mulai mendistribusikan pariwisata Indonesia secara merata. Dengan konsep distributed tourism diharapkan dampak ekonomi tidak terpusat hanya di satu destinasi wisata saja. Hal ini sangat penting bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan Indonesia.
