Film Dukung Magang Kisah Riset Mahasiswa di Desa Kalimati

Indonesian Journal, Jakarta – Film Dukun Magang dibuka dengan adegan Raka (Jefan Nathanio) yang selalu diikuti oleh Boiman (Fajar Nugraha) sebagai pengawal sekaligus astisten kepercayaan ibu Raka, yang ingin segera merampungkan tugas akhir kuliahnya. Karena sang dosen pembimbing menyukai semua yang berbau mistis, Raka memilih skripsi tentang perdukunan di Desa Kalimati.

Riset yang dilakukan Raka membawanya menjadi dukun besar di desa Kalimati. Meskipun harus melalui teror para hantu dan juga manipulasi orang-orang yang mencari keuntungan ditengah teror yang melanda desa. Film ini berakhir dengan Raka yang diikuti dengan setia oleh jin-jin dari Kalimati.

Film yang disutradarai Chiska Doppert ini mengusung konsep 80 persen komedi dan 20 persen horor, Dukun Magang hadir untuk penonton yang ingin menikmati film horor tanpa tekanan rasa takut yang terlalu berat. Unsur horor tetap muncul melalui suasana desa, ritual mistis, rumah tua, dan gangguan gaib. Namun, komedi menjadi warna paling dominan dalam cerita.

Selain Jefan Nathanio sebagai Raka dan Fajar Nugraha sebagai Boiman, ada nama Hana Saraswati sebagai Sekar, dan deretan pemain lain juga memperkuat cerita, seperti Adi Sudirja, Wira Nagara, Mang Osa, Salsabila Zahra, Dodit Mulyanto, Mo Sidik, dan Yan Patroman. Beberapa karakter pendukung yang turut hadir antara lain Mbah Djambrong, Tejo, Tarno, Surti, Mas Mulyanto, Pak Arief, dan Pak Bambang.

Kehadiran para komika dan aktor komedi menjadi kekuatan utama Dukun Magang. Karakter Boiman, Tejo, Tarno, dan tokoh-tokoh desa dibuat untuk memberi ruang tawa di tengah situasi mistis. Hasilnya, film ini tidak bergerak sebagai horor murni, tetapi sebagai tontonan hiburan yang ramai, lucu, dan tetap memberi sentuhan menyeramkan.

Dukun Magang menjadi pilihan tontonan bagi penonton yang ingin tertawa, tegang, tetapi tetap santai. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 Juni 2026.

Community Podcast

Latest articles

Related articles