Indonesian Journal, Jakarta — Kamis (9/7/2026), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT Paragon Technology and Innovation meresmikan fasilitas terintegrasi Halte Swadarma ParagonCorp di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Kerjasama ini menandai kelanjutan naming rights yang telah berjalan sejak Januari 2025 lalu.
Halte Swadarma menjadi hak penamaan kedelapan yang dijalankan Transjakarta sejak program ini dimulai. Namun dari delapan mitra tersebut, Paragon tercatat sebagai satu-satunya yang dokumentasi programnya meluas jauh melampaui naming rights dasar. Cakupan itu meliputi penyediaan air minum gratis, stasiun pengumpulan kemasan kosmetik bekas, pembangunan musala di enam halte, hingga keterlibatan terpisah di ruang publik ramah anak RPTRA Bhinneka Swadarma.
Akses Inklusif Halte Swadarma
Kerjasama ini bermula dari penandatanganan naming rights Halte Swadarma pada 16 Januari 2025, bertepatan dengan perayaan 40 tahun ParagonCorp. Pemilihan lokasi tidak lepas dari sejarah perusahaan, sebab Swadarma adalah tempat ParagonCorp pertama kali berdiri sebagai industri rumahan pada 1985.
Sepanjang 2025, kerjasama meluas melampaui penamaan halte. Paragon menghadirkan Water Station bersama PAM Jaya untuk menyediakan air minum gratis bagi pengguna Transjakarta, serta Paragon Empties Station sebagai tempat penampungan kemasan kosmetik bekas. Musala turut dibangun di enam halte Transjakarta, tidak terbatas pada Halte Swadarma saja.
Revitalisasi menyeluruh Halte Swadarma turut dilakukan, mencakup pemasangan lift yang disesuaikan dengan kondisi lapangan serta pembangunan jembatan penyeberangan orang baru. Fasilitas ini melayani lebih dari seribu pengguna Transjakarta setiap hari, termasuk penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.
Komitmen Kolaborasi Dua Pihak
Dalam sambutannya saat peresmian, Gubernur Pramono Anung menyebut fasilitas ini sebagai bukti bahwa pembangunan Jakarta membutuhkan kolaborasi lintas sektor. “Jakarta tidak bisa dibangun sendirian oleh Pemerintah DKI Jakarta,” katanya.

CEO Paragon, Harman Subakat, menyampaikan hal serupa dari sisi perusahaan. Ia menyebut Paragon tumbuh bukan hanya untuk mencari manfaat, melainkan juga untuk memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Kunjungan ke RPTRA Bhinneka
Selain meresmikan halte, Gubernur Pramono turut meninjau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Bhinneka Swadarma yang berdiri sekitar enam tahun lalu. Lia, warga Kelurahan Petukangan Utara, mengatakan keberadaan RPTRA membuat anak anaknya lebih sering bermain di luar dibanding menggunakan telepon genggam.
Perluasan Enam Halte Transjakarta
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta menyatakan telah menyiapkan enam lokasi halte tambahan untuk skema kerjasama serupa, sebagai bagian dari upaya menambah pendapatan non tiket Transjakarta sekaligus memperluas keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan fasilitas publik.
Rencana perluasan ke enam halte lainnya menunjukkan skema naming rights akan terus berkembang di tahun tahun mendatang. Bagi Transjakarta, program ini menjadi salah satu andalan untuk menopang pendapatan di luar tarif penumpang, sementara bagi mitra swasta seperti Paragon, kerjasama ini membuka ruang keterlibatan yang lebih luas dari sekadar penamaan fasilitas.
