Indonesian Journal, Jakarta — TransNusa akan membuka penerbangan langsung Manado ke Ternate mulai 19 Agustus 2026. Rute baru ini menambah jaringan domestik maskapai di kawasan timur jelang hari kemerdekaan Indonesia.
Penerbangan akan dilayani dua kali sehari atau 14 kali dalam seminggu. Tiket sudah bisa dipesan sejak 27 Juli 2026 melalui situs resmi TransNusa dan kanal penjualan resmi lainnya. Harga tiket mulai Rp999.000 untuk sekali jalan.
Pembukaan rute ini memperkuat posisi Manado sebagai salah satu hub TransNusa di Indonesia Timur. Saat ini Manado sudah terhubung ke Sorong, Denpasar, dan Guangzhou. Dengan tambahan rute ke Ternate, Manado menjadi titik penghubung yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha di kawasan timur Indonesia.
Group CEO TransNusa Datuk Bernard Francis mengatakan pengembangan jaringan domestik menjadi bagian penting dari strategi perusahaan.
“Indonesia adalah negara kepulauan yang membutuhkan konektivitas udara yang kuat agar masyarakat dapat bergerak lebih mudah dan lebih cepat,” katanya.
TransNusa menilai kota dengan julukan populer Tinutuan itu memiliki peran strategis di Indonesia Timur.
“Kehadiran rute Manado Ternate akan semakin memperkuat konektivitas kawasan ini sekaligus membuka akses yang lebih luas menuju jaringan domestik maupun internasional kami,” lanjutnya lagi.
Pria asal Malaysia itu menambahkan bahwa setiap rute baru dirancang sebagai bagian dari jaringan yang saling terhubung.
“Kami melihat setiap rute sebagai bagian dari sebuah jaringan. Ketika sebuah kota berkembang sebagai hub, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penumpang yang bepergian dari dan ke kota tersebut. Daerah-daerah di sekitarnya juga akan memperoleh akses menuju lebih banyak destinasi,” ujarnya.
Jadwal Keberangkatan Manado-Ternate
Penerbangan Manado-Ternate dijadwalkan berangkat pukul 07.30 WITA dan tiba pukul 09.25 WIT. Penerbangan kedua berangkat pukul 10.20 WITA dan tiba pukul 12.15 WIT. Seluruh penerbangan menggunakan armada Airbus A320 dengan bagasi gratis hingga 20 kilogram.
Ternate dikenal sebagai salah satu pusat sejarah Jalur Rempah dunia. Kota ini menyimpan peninggalan Kesultanan Ternate dan sejumlah benteng bersejarah yang menjadi daya tarik wisatawan. Manado sendiri menjadi pintu masuk menuju Taman Nasional Bunaken dan destinasi alam lain di Sulawesi Utara.
