Groundbreaking PPN Kejawanan Bawa Proyeksi Ekonomi Besar dan Klaim Keberlanjutan

Indonesian Journal, Jakarta — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi memulai pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Cirebon, Jawa Barat. Pelabuhan ini disiapkan menjadi bertaraf internasional, disusul PPN Pengambengan di Bali. Acara groundbreaking digelar Kamis (17/9) dan dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.

Menteri Trenggono menyebut langkah ini sebagai model pembangunan infrastruktur perikanan berikutnya. 

Modeling seperti ini akan (terus) kita lakukan dalam membangun infrastruktur perikanan di Indonesia,” ujar Trenggono. 

Ia juga menyebut langkah itu berdampak pada ekonomi, disertai klaim tetap menjaga lingkungan menjadi lebih baik.

Kajian Panjang Pengembangan PPN

KKP menyatakan pengembangan PPN Kejawanan dan Pengambengan dilakukan setelah kajian yang cukup panjang. Kajian itu mencakup studi banding ke Jepang, Australia, dan sejumlah negara di Eropa. KKP juga mengaku sudah menghitung dampak ekonomi, termasuk penyerapan tenaga kerja.

Berdasarkan penghitungan KKP, kolam labuh PPN Kejawanan diproyeksikan menampung sekitar 500 kapal. Angka itu naik signifikan dari kapasitas sebelumnya yang hanya 241 kapal. Produktivitas pendaratan ikan diproyeksikan melonjak menjadi 32.000 ton per tahun dari semula 5.600 ton.

Penyerapan tenaga kerja diproyeksikan menjadi sekitar 8.000 orang dari kondisi saat ini sekitar 2.900 pekerja. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari aktivitas perikanan di pelabuhan ikut diproyeksikan naik. Nilainya disebut meningkat dari Rp15 miliar per tahun menjadi Rp53 miliar.

Menteri Trenggono menegaskan KKP selalu menghitung dampak dari setiap pengembangan yang dilakukan. 

“Kami selalu menghitung dampaknya seperti apa,” ujarnya. 

Ia menyebut jumlah lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi itu sebagai hal yang menjadi prioritasnya.

Menurut Trenggono lagi, pelabuhan perikanan selama ini identik dengan kesan kotor dan bau. Karena itu, PPN Kejawanan akan memisahkan zona bersih dan zona kotor untuk mengubah stigma tersebut.

Aktivitas perikanan dari tempat berlabuh kapal hingga pemasaran akan terintegrasi di satu kawasan. Kawasan itu didukung layanan one stop service dan one stop solution bagi nelayan dan pelaku usaha. Integrasi tersebut diproyeksikan menjadikan PPN Kejawanan sebagai pusat bisnis hasil tangkapan ikan dan ekspor produk perikanan.

KKP menilai pengembangan ini berpotensi mendongkrak citra pariwisata Cirebon. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang ikut menyaksikan groundbreaking, menyatakan dukungan penuh. 

“Kami mendukung penuh pembangunan ini,” ujar KDM, sembari menyebut Cirebon sebagai kota budaya dengan laut dan keraton.

Kebahagiaan Masyarakat Jawa Barat

Menurut KDM, pelabuhan perikanan yang representatif di Cirebon adalah sebuah kebahagiaan bagi masyarakat Jawa Barat. Ia juga menyatakan siap membangun infrastruktur tambahan di sepanjang jalan dari gerbang tol hingga Pelabuhan Kejawanan.

Nelayan tradisional asal Desa Cangkol, Mulyadi, berharap pengembangan PPN Kejawanan berdampak pada kesejahteraan nelayan. Menurutnya, dermaga khusus nelayan tradisional dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) akan memudahkan pembeli menyerap hasil tangkapan dengan harga lebih stabil.

Ia berharap anak nelayan bisa ikut bekerja di pelabuhan. 

“Kalau jadi nelayan juga, kadang tidak bisa melaut ketika cuaca sedang buruk. Sedangkan jadi pekerja kan tetap,” ujar nelayan bernama Mulyadi itu.

Community Podcast

Latest articles

Related articles