Bidik Pasar Digitial Malaysia, Dosen FIP UNJ Gelar Pelatihan Usaha Serta Perkuat Resiliensi Ekonomi & Sosial Perempuan

Indonesian Journal, Jakarta – Melalui Program Kolaborasi Pelayanan Masyarakat Internasional (PPM-KI) Dosen Fakultas ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta bermitra dengan Sanggar Bimbingan AI Amin Segambut, Kuala Lumpur, Malaysia menggelar pelatihan yang ditujukan untuk memperkuat resiliensi ekonomi dan sosial perempuan melalui pelatihan usaha dan pemasaran digital.

Dilaksankan dari 26-27 April 2026, PPM-KI ini diikuti oleh 25 orang Perempuan. Bertindak sebagai ketua pengabdi Prof. Dr. Durotul Yatimah menyampaikan bahwa, “Perempuan yang Tangguh adalah Perempuan yang siap menghadapi apapun bersama keluarganya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki keterampilan tambahan agar bisa bertahan, berkembang dan tetap berdaya.”

Selain itu, Durotul juga menjelaskan bahwa dirumah, Perempuan bukan hanya sebagai pendamping. Lebih dari itu Perempuan merupakan pusat keluarga. Pada kegiatan pengabdian tersebut, peserta juga mempelajari tentang langkah-langkah memulai usaha dari rumah, mengatur uang usaha, berjualan lewat handphone serta menjaga semangat dan komunitas.

Pelaksanaan kegiatan ini juga didukung oleh akademisi di bidang manajemen pendidikan yaitu Prof. Dr. Eliana Sari dan pendidikan masyarakat yaitu Fera Kuraysia, M.Si. Sejalan dengan kerangka kerja Diktisaintek Berdampak, kegiatan pengabdian ini juga memfasilitasi partisipasi mahasiswa agar bermakna dalam kegiatan keterlibatan masyarakat internasional. Oleh karena itu, pada kegiatan PPM-KI ini dibantu oleh Sinta Afriyanti, Dwi Latifah dan Ribka Fifi Dayati.

Program ini berfokus pada 4 hal, yaitu: Penguatan keterampilan produktif dan kompetensi usaha mikro, Peningkatan literasi keuangan dan Manajemen usaha sederhana, Peningkatan kapasitas pemasaran digital melalui alat yang mudah diakses, dan Pembentukan dukungan pembelajaran masyarakat yang berkelanjutan melalui bimbingan dan kolaborasi sesama anggota.

Dengan adanya kegiatan PPM-KI ini digarapkan rogram pelatihan berbasis komunitas menjadi strategi penting untuk memperkuat ketahanan perempuan, meningkatkan daya saing di pasar kerja, serta mendukung pengembangan usaha mikro sambil memupuk kohesi sosial di dalam komunitas.

Segambut sendiri merupakan kawasan komunitas yang ditandai oleh keragaman sosial, mobilitas ekonomi yang tinggi, serta ketidakpastian mata pencaharian yang semakin meningkat. Kondisi-kondisi ini membutuhkan intervensi pemberdayaan praktis yang memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial di kalangan kelompok rentan, terutama pekerja perempuan dan rumah tangga yang dipimpin perempuan.

Community Podcast

Latest articles

Related articles