Jemaah Pekalongan Dominasi Zikir Kebangsaan Menyambut Kemerdekaan RI di Istiqlal

Indonesian Journal, Jakarta — Jemaah asal Pekalongan sebagai kelompok terbesar, memadati Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, dalam acara Doa Keselamatan Bangsa, Zikir Kebangsaan, dan Haul Pendiri NKRI menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Minggu (9/8/2026) malam. Aula utama Istiqlal penuh sesak, sementara sebagian jemaah lain masih bertahan di area luar hingga acara berlangsung.

Mobilisasi jemaah dari Pekalongan dan sejumlah daerah lain di Jawa Tengah sudah berlangsung sejak beberapa hari sebelum acara. Salah satu koordinator jemaah asal Pekalongan, Siswanto, mengaku memesan beberapa bus jauh hari sebelum keberangkatan.

“Kami memesan beberapa bus untuk rombongan jemaah putri dan putra,” kata Siswanto yang dikutip dari Metro Pekalongan.

Panitia mencatat lebih dari 100 bus dari Jawa Tengah bergerak menuju Istiqlal, termasuk 19 bus dari Kota Pekalongan, disusul rombongan dari Semarang, Demak, Kendal, Batang, Solo, dan puluhan kabupaten/kota lain. Gelombang jemaah ini menjadi bagian dari tradisi tahunan mobilisasi thariqah menjelang peringatan kemerdekaan.

Sarasehan Tokoh Lintas Agama

Rangkaian acara turut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 20.05 WIB di tengah pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipimpin Habib Ali Zainal Abidin. Presiden Prabowo Subianto tidak hadir dalam acara ini, meski wajahnya sempat terpampang dalam materi promosi yang beredar sebelumnya. Tidak ada sesi wawancara maupun doorstop yang diberikan pejabat maupun tokoh utama kepada awak media di lokasi.

Selain unsur pejabat dan ulama, acara ini turut menghadirkan sarasehan tokoh muda lintas agama, di antaranya perwakilan Islam Habib Ja’far, tokoh muda Hindu Bli Yan Mitha Djaksana, tokoh muda Buddha Bhante Dhirapunno, tokoh muda Kristen Pendeta Steve Marcel S, tokoh muda Katolik Romo Antonius Suhardi A, serta tokoh muda Konghucu Js Kristan.

Sekretaris Jenderal Jatma Aswaja Helmy Faishal Zaini menyebut kegiatan ini sebagai ruang bersama lintas elemen masyarakat untuk merawat persatuan.

“Kita akan bersama-sama memanjatkan doa untuk para pendahulu dan pendiri bangsa,” ujar Helmy.

Menurut Helmy, tingginya antusiasme jemaah dari berbagai daerah mencerminkan besarnya kepedulian masyarakat akar rumput terhadap persatuan bangsa yang diwujudkan lewat ikhtiar spiritual bersama. Panitia turut menyiapkan ribuan boks makanan bagi jemaah yang hadir, sementara rangkaian acara direncanakan dilanjutkan dengan prosesi Baiat Kubro yang dipimpin Rais ‘Am Jatma Aswaja Habib Luthfi bin Ali bin Yahya.

Community Podcast

Latest articles

Related articles