Indonesian Journal, Jakarta — Kasus Influenza A H3N2 subklad K meningkat di 13 provinsi Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI merilis rekomendasi vaksinasi influenza untuk melindungi anak dari risiko komplikasi berat.
Kementerian Kesehatan RI mencatat lonjakan subtipe yang populer disebut Super Flu ini di berbagai wilayah. Data WHO turut menunjukkan aktivitas influenza terus meningkat di zona transmisi Asia Tenggara hingga pertengahan 2026.
Anak dinilai jauh lebih rentan terhadap infeksi ini dibanding orang dewasa.
“Data global menunjukkan bahwa anak usia 0–17 tahun memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami infeksi influenza simtomatik dibandingkan orang dewasa,” ujar DR Dr Hikari Ambara Sjakti, Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI.
Sekitar 5 persen anak yang terinfeksi influenza memerlukan rawat inap. IDAI mencatat 80 persen di antaranya berusia di bawah 2 tahun, dan separuhnya kurang dari 6 bulan.
IDAI menganjurkan vaksinasi influenza tahunan untuk seluruh anak mulai usia 6 bulan. Vaksin tersedia dalam bentuk inaktif trivalen atau kuadrivalen, serta vaksin hidup intranasal untuk usia 2 sampai 49 tahun.
Vaksin ini diperkirakan mampu menurunkan risiko infeksi hingga 40 sampai 60 persen.
“Vaksinasi influenza harus diberikan setiap tahun karena virus influenza terus berevolusi melalui antigenic drift dan antigenic shift,” jelas Prof Dr dr Anggraini Alam dari Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropis IDAI.
Selain vaksinasi, IDAI mengingatkan pentingnya isolasi anak yang sakit di rumah. Etika batuk, cuci tangan rutin, dan penggunaan masker tetap menjadi langkah pencegahan yang efektif.
Orangtua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan bila muncul tanda bahaya. Tanda tersebut meliputi sesak napas, demam tinggi yang tidak turun, dan penurunan kesadaran.
IDAI menegaskan kolaborasi tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat penting untuk menekan dampak influenza pada anak. Penerapan rekomendasi vaksinasi influenza secara konsisten diharapkan melindungi anak sekaligus keluarga dari risiko Super Flu.

