Indonesian Journal, Jakarta – Lenovo ThinkAgile VX850 V4, yang dirancang khusus untuk mendukung lingkungan virtualisasi dengan beban kerja intensif dan kebutuhan pemrosesan dalam memori (in-memory workloads); Lenovo Premier Deploy for Infrastructure, yang menawarkan tiga tingkatan layanan dengan cakupan yang telah ditentukan untuk membantu pelanggan beralih dari tahap implementasi menuju operasional yang siap digunakan; serta Lenovo Express Solutions yang diperluas, menghadirkan jalur modernisasi tervalidasi dan lebih sederhana di berbagai platform virtualisasi dan hybrid cloud terkemuka.
“Organisasi kini berfokus pada modernisasi infrastruktur virtualisasi untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan, sekaligus mempertahankan fleksibilitas di tengah lanskap TI yang semakin kompleks,” ujar Scott Patti, Vice President, Infrastructure Solutions Group, Lenovo. “Lenovo membantu pelanggan memodernisasi infrastruktur yang mereka andalkan saat ini dengan pilihan dan kendali yang lebih besar, sekaligus membangun fondasi yang siap mendukung AI dan dapat berkembang seiring perubahan kebutuhan mereka.”
Dalam portofolio Lenovo Infrastructure Deployment Services, akan tersedia tiga opsi deployment yang terdefinisi secara jelas: Standard Deploy, Premier Deploy, dan Premier Deploy Plus. Struktur ini memudahkan pelanggan untuk memahami dan memilih pendekatan penggelaran yang sesuai dengan kompleksitas proyek, tingkat krusial bagi bisnis, kapabilitas TI internal, serta tingkat jaminan yang diinginkan setelah sistem beroperasi (go-live).
Ketiga pilihan layanan ini menyediakan fondasi kesiapan yang terstruktur dan instalasi perangkat keras oleh tenaga ahli. Premier Deploy dan Premier Deploy Plus melengkapi fondasi tersebut dengan dukungan implementasi dan serah terima operasional untuk proyek yang membutuhkannya, sehingga membantu pelanggan beralih dari tahap penyediaan infrastruktur menuju operasional yang siap produksi.
Lenovo juga memperluas portofolio Lenovo Express Solutions sebagai bagian dari program Lenovo Top Choice Express, yang menghadirkan konfigurasi infrastruktur tervalidasi sebelumnya (pre-validated) dengan menggabungkan teknologi Lenovo dan platform perangkat lunak terkemuka. Langkah ini bertujuan untuk menyederhanakan penggelaran (deployment), mengurangi kompleksitas integrasi, serta mempercepat pencapaian nilai bisnis (time-to-value).
Seiring organisasi memodernisasi strategi virtualisasi mereka, standar terbuka menjadi semakin penting untuk mempertahankan fleksibilitas dan menghindari ketergantungan baru pada satu vendor. XClarity Controller 3 dan XClarity One memanfaatkan pengelolaan berbasis standar (standards-based management) untuk membantu pelanggan mengintegrasikan, mengotomatiskan, dan mengoperasikan infrastruktur secara lebih konsisten, sehingga menciptakan fondasi yang lebih kuat bagi ketahanan TI dan kelangsungan operasional bisnis tanpa gangguan.
“Modernisasi merupakan inisiatif yang dapat dilakukan pada infrastruktur yang sudah ada dan tidak mengharuskan organisasi untuk memulai dari awal. Lenovo menggabungkan solusi virtualisasi, hybrid cloud, storage, pengelolaan infrastruktur, layanan deployment, serta mitra teknologi strategis terbaik di kelasnya ke dalam ekosistem terbuka yang berkembang seiring perjalanan AI pelanggan,” ujar Matt Eastwood, Senior Vice President, IDC’s Enterprise Infrastructure dan Datacenter Group. “Secara bersama-sama, kapabilitas ini menyediakan fondasi infrastruktur yang fleksibel untuk mendukung beban kerja perusahaan tradisional, cloud-native, dan AI-native, serta berbagai kebutuhan bisnis yang sedang berkembang. Dengan demikian, organisasi dapat melakukan modernisasi secara bertahap sambil tetap mempertahankan kendali atas bagaimana dan di mana beban kerja serta data mereka diterapkan.”

