Indonesian Journal, Jakarta – Meski perayaan kemerdekaan Indonesia sudah berlalu, tapi semangat untuk memeriahkannya masih terasa dan perjuangan para pejuang masih menginspirasi banyak pihak untuk mewujudkan nilai perjuangan kemerdekaan tersebut.
Hal ini lah yang menjadi motifasi bagi The 101 Jakarta Sedayu Darmawangsa memberikan ruang bagi UMKM dan juga penyandang inklusif untuk berekspresi dan berkreasi dalam sebuah acara yang berkolaborasi dengan Edith House, POTADS Community (Persatuan Orang Tua
Anak dengan Down Syndrome), dan Madda Craft 1432 dalam sebuah kegiatan bertajuk “Celebrate Creativity and Inclusion.”
Acara yang dilaksanakan pada Kamis (20/8) ini mengusung semangat “merayakan kreativitas yang tidak mengenal batas,” kegiatan ini
menghadirkan rangkaian fashion show dengan anak-anak dari POTADS Community sebagai model, karya fesyen dari desainer lokal Edith House, serta produk berkelanjutan dari Madda Craft 1432. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan table manner bagi anak-anak dan pendamping POTADS Community di Dwangsa9 Indonesian Restaurant.
Dari 30 anak yang mendaftarkan diri, sebanyak 10 anak terpilih untuk berpartisipasi dalam fashion show. Mengenakan karya Edith House, para peserta berjalan di area lobby THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa dengan penuh antusias dan percaya diri.
“Kami sangat mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada anak-anak POTADS untuk terlibat dalam kegiatan ini. Bagi mereka, kesempatan untuk tampil dan mendapatkan pengalaman seperti fashion show merupakan sesuatu yang sangat berarti. Kami berharap
kolaborasi seperti ini dapat terus berkembang, karena inklusivitas bukan hanya tentang memberikan kesempatan, tetapi juga tentang menciptakan ruang di mana anak-anak dapat merasa diterima, dihargai, dan percaya diri,” tutur Ibu Rani Rosdayantika, Pengurus POTADS Indonesia.
Dikesempatan yang sama Ibu Edita Rianti Anastasia, Founder & Director Edith House, memaparkan busana karyanya yang menggunakan teknik eco printing dengan memanfaatkan bentuk dan pigmen warna alami dari tumbuhan untuk menciptakan motif pada kain. Salah satu material alami yang digunakan adalah kayu secang, yang dapat menghasilkan warna dengan nuansa merah hingga oranye.
“Kami percaya bahwa setiap kain memiliki cerita dan setiap orang memiliki keunikan. Melalui eco printing, kami mencoba menghadirkan keindahan yang berasal dari alam ke dalam sebuah karya. Kolaborasi dengan THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, POTADS Community, dan Madda Craft 1432 memberikan makna yang lebih dalam bagi karya kami, karena busana tidak hanya menjadi sesuatu yang dikenakan, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan pesan tentang kreativitas, keberagaman, dan inklusivitas,” ungkap Ibu edita.
Selain itu, THE 101 Jakarta Sedayu Darmawangsa juga menghadirkan Edith House dan Madda Craft 1432 dalam kegiatan ini yang menjadi representasi bagaimana UMKM lokal dapat menghadirkan inovasi melalui kreativitas, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Bagi THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memaknai kemerdekaan melalui pengalaman yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Bagi kami, kemerdekaan bukan hanya tentang sebuah perayaan, tetapi juga tentang bagaimana kita memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi setiap orang untuk menunjukkan kreativitasnya. Melalui Celebrate Creativity and Inclusion, kami ingin menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi dan cerita yang layak untuk diapresiasi. Kami juga bangga dapat mendukung karya lokal Edith House sekaligus berkolaborasi dengan POTADS Community dan Madda Craft 1432 dalam menciptakan pengalaman yang bermakna,” tutup Eva Rosdiana, General Manager THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa.
