Indonesian Journal, Jakarta – Pada puncak perayaan Hari Konsumen Nasional 2026, Menteri Budi Santoso memanfaatkan Anjungan Mall Sarinah sebagai momentum pengingat kedaulatan konsumen Indonesia.
“Hari Konsumen Nasional itu harusnya 20 April. Cuma puncak perayaannya pada hari ini, di halaman Sarinah,” ujar Menteri Busan dalam wawancara door stop di lokasi.
Pria yang akrab disapa Menteri Busan itu menegaskan bahwa kedaulatan konsumen bukan sekadar isu perlindungan hak. Lebih dari itu, konsumen dinilai punya peran langsung dalam menentukan kualitas produk nasional.
Penekanan isu konsumen pada 2026 ini terasa relevan dengan arah pembangunan ekonomi berkelanjutan Indonesia. Ketika konsumen makin kritis terhadap kualitas produk, produsen dipaksa untuk berbenah atas produk buatannya. Dalam konteks ini, konsumen bukan sekadar pembeli, melainkan bagian dari ekosistem ekonomi nasional.
Dalam tema “Konsumen Berdaya Bijak Bertransaksi, puncak Harkonas 2026 menjadi ruang edukasi teknis mengenai hak dan kewajiban konsumen. Selain itu, terdapat aksi gerak jalan, literasi transaksi digital, serta pentingnya memilih produk dalam negeri yang memiliki daya saing.

Kedaulatan Konsumen untuk Daya Saing Nasional
Budi Santoso menilai konsumen yang paham kualitas barang dan jasa akan menjadi pengontrol alami pasar. Ketika masyarakat makin kritis, produsen akan terdorong meningkatkan mutu produknya.
“Kalau konsumen ini sudah mengerti mana produk bagus mana yang tidak, otomatis produsen itu akan dikontrol untuk memproduksi produk yang punya daya saing,” ujarnya.
Ada benang merah yang cukup kuat dalam pesan yang disampaikan pemerintah tahun ini. Konsumen yang cerdas bukan hanya penting untuk melindungi dirinya sendiri, melainkan juga menjadi fondasi bagi ekonomi yang lebih sehat.
Dalam keterangannya lagi, Budi Santoso menegaskan bahwa konsumen berperan langsung dalam membentuk daya saing industri nasional.
“Kalau produk sudah punya daya saing berarti kita bisa menahan laju impor,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Puncak Perayaan Hari Konsumen Nasional bukan hanya seremoni tahunan. Agenda ini membawa pesan bahwa kualitas produk nasional sangat bergantung pada perilaku konsumsi masyarakat.
Secara teknis, kegiatan pada 10 Mei 2026 juga dihadiri unsur pemerintah, perwakilan Bank Indonesia, pelaku usaha, dan komunitas konsumen. Fokus utamanya adalah edukasi perlindungan konsumen di era digitalisasi perdagangan yang semakin masif. Pemerintah yang diwakili Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan kedaulatan konsumen sebagai kunci kemandirian ekonomi nasional.
