IndonesianJournal.id, Jakarta – Precision Gym menggelar Longevity Talkshow pada Sabtu (31/1), dengan tema Data Driven Living untuk Sehat Jangka Panjang dengan narasumber utama dr. Tirta Mandira Hudhi. Dengan data driven, maka tiap orang akan emahami proses, metode, atau sistem yang memanfaatkan data dalam mengambilan keputusan, termasuk jenis olahraga yang tepat bagi setiap orang.
Tirta berbagi kisah tentang bagaimana ia membangun pola hidup sehat termasuk dengan jenis olahraga yang dipilihnya. “Sejak 2022 sampai sekarang, saya belajar kalistenik, latihan yang mengandalkan berat badan tubuh sebagai beban. Setelah latihan kalistenik, saya masuk fase bulking dan angkat beban. Di tahun 2025, saya menjalani 3 latihan yaitu sepeda, angkat beban, dan lari termasuk marathon,” jelasnya.
Dikatakan dr. Tirta, olahraga apapun jenis, asal dilakukan rutin dan kontinyu, maka akan membuat tubuhnya sehat. Namun, jika bisa olahraga di gym, akan sangat dianjurkan. Fase olahraga di gym, mulai dari angkat beban, pilates, aerobik atau pun crossfit. “Yang saya garis bawahi adalah angkat beban. Langkah pertama, gunakan beban tubuh. Tapi sebelum mulai angkat beban, coba latih ke berat badan sendiri, seperti high standing kayak pull-up, push-up, termasuk plank. Ini adalah hal-hal basic yang harus dikuasai,” ungkapnya.
Terkait longevity atau kemampuan untuk menjalani kehidupan yang panjang dan memuaskan. Apa pandangan dr. Tirta terkait hal itu? “Dengan latihan fisik merupakan bentuk rasa syukur saya karena masih diberikan kehidupan oleh Tuhan. Itu cara aku memaksimalkan potensi yang dimiliki,” terangnya.

Pola latihan, pola makan, dan pola tidur. Tiga hal ini merupakan rangkaian yang saling berkaitan. Karena itu, tiga hal ini harus dilakukan dengan baik sehingga memiliki kualitas hidup yang baik.
Stress karena beban pekerjaan, dalah masalah yang jamak ditemui bagi kalangan professional. Bagaimana cara untuk meminimalisir stres? “Solusi ideal adalah menjauhkan diri dari stress. Lalu solusi kedua adalah berusaha adaptasi, serta solusi ketiga dengan mengatur skala prioritas tergantung beban psikologis tersebut,” kata dr. Tirta.
Apa kiat hidup sehat ala dr.Tirta? “Kamu bisa hidup sehat kapanpun kamu mau dan tidak ada kata terlambat. Saya sendiri memulai hidup sehat di usia 31 tahun. Jadi nggak ada yang terlambat, yang jadi masalah kalau kamu nggak pernah mencoba olahraga,” tukasnya lugas. “Lakukan apapun olahraga yang sesuai keinginan. Gak harus olahraga lari, jalan kaki juga bagus, asal dilakukan konsisten. Jangan lupa angkat beban dan atur pola makan yang seimbang,” pungkasnya.
Sekadar informasi, Precision Gym dirancang sebagai pusat riset industri wellness di Indonesia. Karena itu, Precision Gym menawarkan pengalaman fitness & wellness 24/7 berbasis teknologi dengan peralatan world-class technogym yang terhubung ke aplikasi dan gadget member.
“Semua program berbasis data dan sains. Kami punya alat seperti Skill Run yang memberikan feedback detail seperti jarak langkah dan titik pijak untuk pelari, serta alat pengukur power tubuh bagi atlet. Semua hasil assessment menjadi dasar program personal yang sesuai dengan performa individu,” jelas Rigalli, Head of Sport Science Precision Gym.
Precision Gym menyediakan layanan wellness seperti fisioterapi, sport massage, nutrisi, hingga terapi degeneratif. Tak hanya itu, juga dilengkapi recovery area seperti warm pool, ice bath dan sauna untuk mendukung pemulihan otot secara maksimal, meredakan ketegangan fisik, serta meningkatkan kenyamanan anggota setelah berolahraga.
Keunggulan lain yang dimiliki Precision Gym adalah menyediakan Longevity Assessment. Melalui Longevity Assessment, maka member akan diberikan data komprehensif tentang kondisi tubuh. Tujuan dari asesmen ini untuk memetakan kondisi awal tubuh; menentukan wellness age; mencegah masalah sejak dini, membuat program yang tepat sasaran; dan memonitoring progres secara objektif.
Pasca asesmen, maka selanjutnya member akan diperika 8 area penting. Pertama, body composition: presentase lemak, massa otot dan lingkar pinggang. Kedua, strength: kekuatan genggaman dan fungsional tubuh. Ketiga, power: kemampuan tubuh menghasilkan tenaga cepat. Keempat, muscular endurance: kemampuan otot bekerja dalam waktu lama. Kelima, mobility & stability: postur, rentang gerak sendi dan keseimbangan. Keenam, functional movement: kecepatan berjalan dan kemampuan fungsional dasar. Ketujuh, cognitive-motor function: waktu reaksi dan koordinasi. Kedelapan,aerobic fitness: kapasitas jantung dan paru-paru.
Jadi Precision Gym memfasilitasi, mulai dari assessment, program latihan, nutrisi sampai recovery. “Precision Gym adalah partner jangka panjang untuk longevity, karena umumnya klien yang datang ke Precision Gym, tidak hanya ingin sehat sementara tapi ingin tubuh yang fit hingga usia tua,” pungkas Rigalli.