IndonesianJournal.id, Maros – Menteri Perdagangan, Budi Santoso melepas ekspor rumput laut jenis Eucheuma cottonii sebanyak 75 ton, senilai USD 100.215 atau setara Rp 1,7 miliar ke Tiongkok. Pelepasan ekpor ini dilakukan dari gudang SRG (Sistem Resi Gudang) PT Asia Sejahtera Mina (AsiaMina) di Maros, Sulawesia Selatan pada Rabu (4/3).
Mendag Budi Santoso mengatakan, Kementerian Perdagangan memperluas akses pasar internasional melalui sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, pengelola gudang SRG, dan eksportir. Selain itu, ke depan SRG akan terintegrasi dengan program Desa BISA Ekspor (DBE) yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha, termasuk petani.
“Kemendag memberikan dukungan yang dapat dimanfaatkan pengelola SRG, koperasi, dan petani untuk memperkuat daya saing produk di tingkat produsen melalui program DBE. Selain itu, akses pasar komoditas yang disimpan dalam gudang SRG juga diperluas melalui kegiatan pitching dan penjajakan bisnis (business matching) yang difasilitasi Atase erdagangan RI dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara,” kata Budi Santoso.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya menyampaikan, nilai ekspor rumput laut Indonesia ke dunia pada 2025 mencapai USD 317,55 juta. Negara tujuan utama meliputi Tiongkok, Amerika Serikat, Spanyol, Jepang, dan Belanda.
Direktur Utama PT Asia Sejahtera Mina Tbk., Indra Widiadarma, mengapresiasi dukungan Kemendag kepada pelaku usaha sebagai pengelola gudang SRG. “Dukungan ini membuka peluang bagi pelaku usaha serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar ekspor melalui promosi dan pameran di luar negeri. Harapannya, SRG dapat terus mendukung eksportir melalui skema pembiayaan perbankan yang lebih kompetitif. Dengan dukungan tersebut, produk Indonesia semakin berdaya saing di
kancah internasional dan ekspor nasional terus meningkat “ ujar Indra.