IndonesianJournal.id, Jakarta – Suasana haru menyelimuti penayangan khusus film Titip Bunda di Surga-Mu, yang digelar pada Kamis (5/2/2026) di salah satu bioskop Jakarta.
Karya sinema Indonesia ini hadir bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan materi edukasi berharga bagi keluarga Indonesia.
Pada kesempatan itu, hadir pula Dr. Aisah Dahlan, pakar komunikasi keluarga dan neuroparenting, menyaksikan film keluarga tersebut. Ia mempertegas pesan moral yang diusung film ini.
“Banyak pelajaran yang bisa dipetik, mulai dari komunikasi dalam keluarga, pentingnya menyampaikan rasa sayang kepada orang-orang terdekat, sampai bagaimana sebuah keluarga menghadapi dan mengatasi konflik,” ungkap Dr. Aisah setelah penayangan film.

Pakar neuroparenting itu mengungkapkan kekagumannya pada kejujuran film yang juga diperankan oleh Chiki Fawzi tersebut.
Menurutnya, film Titip Bunda di Surga-Mu berhasil memotret realitas keluarga modern, di mana isu komunikasi sering menjadi akar konflik. Dr. Aisah menekankan bahwa film ini mengajarkan pentingnya menyampaikan rasa sayang secara verbal dan terbuka.
“Sebuah kebiasaan sederhana yang kerap hilang di tengah hiruk-pikuk kesibukan masa kini,” tambahnya lagi.
Elaborasi dari sudut pandang para pemain memperkaya pesan tersebut, di mana konflik dalam film ini mencerminkan “miskomunikasi lintas generasi”. Ketegangan antara harapan orang tua dan ambisi anak adalah ciri khasnya.
Film ini menjadi pengingat keras bahwa diam atau sekadar berkeluh kesah di media sosial bukanlah solusi. Seringkali justru menjadi jembatan menuju keretakan hubungan yang lebih dalam.
Titip Bunda di Surga-Mu diperankan oleh Meriam Bellina, Ikang Fawzi, Acha Septriasa, Kevin Julio, dan Abun Sungkar. Film ini turut didukung oleh aktor lainnya, seperti Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, dan Asri Welas
Melalui kisah perjuangan Bunda Moza dan anak-anaknya, penonton diajak merenung bahwa keluarga adalah tempat pulang yang sesungguhnya.
Dr. Aisah Dahlan menyebut film ini sebagai media refleksi yang tepat untuk mengevaluasi kembali cara kita berinteraksi dengan orang tua dan saudara. Pesan akhirnya sangat jelas: jangan menunda untuk berdamai dan mengungkapkan cinta.
Film ini menjadi “alarm” kasih sayang yang relevan untuk disaksikan di bulan Ramadan. Kisahnya akan tayang serentak pada 26 Februari 2026, di bioskop-bioskop kesayangan IJ-ers.