IndonesianJournal.id, Jakarta – Bagi penggemar horor yang tumbuh besar dengan tema supranatural ala Final Destination, film arahan Corin Hardy ini seperti reuni.
Premis utamanya adalah tentang sebuah benda terkutuk, dan bagaimana sebuah whistle memanipulasi kematian untuk memburu para korbannya. Tontonan popcorn movie ini menyajikan hiburan yang solid, sadis, dan penuh energi bagi para pencinta genre supranatural. Mungkin kisahnya tidak menawarkan kedalaman filosofis baru, namun sangat menghibur tanpa perlu berpikir keras.

Cerita berpusat pada sekelompok siswa sekolah menengah yang secara tidak sengaja menemukan Peluit Kematian Aztec (Aztec Death Whistle). Mekanismenya penggunaannya sederhana, namun mematikan. Siapa pun yang mendengar tiupan peluit tersebut akan diburu oleh manifestasi dari kematian masa depan mereka sendiri.
Di sinilah letak kemiripan kuat film ini dengan Final Destination. Para remaja yang menjadi korban ini tidak diburu oleh pembunuh bertopeng, melainkan oleh takdir kematian yang tak bisa dihindari.
Daya tarik utama film ini terletak pada penampilan Dafne Keen (Logan, Deadpool & Wolverine) yang karismatik. Keen, bersama dengan lawan mainnya Sophie Nélisse, memberikan bobot emosional yang nyata pada karakter mereka. Penonton tetap peduli dibuatnya, meskipun tahu bahwa tiupan whistle memanipulasi kematian mereka satu per satu dengan brutal.
Hubungan asmara yang manis dan tulus antara karakter Chrys (Keen) dan Ellie (Nélisse) memberikan sentuhan kemanusiaan. Hal ini jarang ditemukan pada film slasher era 90-an yang biasanya lebih sinis. Meskipun premisnya agak dipaksakan dan klise, sutradara Corin Hardy (yang sebelumnya sukses dengan The Nun) berhasil menyuntikkan energi yang meledak-ledak.
Secara keseluruhan, “Whistle” adalah jenis “comfort food” bagi penggemar horor. Ia tidak mencoba mengubah genre, tetapi ia tahu persis apa yang diinginkan penontonnya.
Corin Hardy berhasil meramu elemen-elemen ini menjadi sajian yang mungkin tidak sempurna, akan tetapi pintar. Film ini membuktikan bahwa meskipun kita sudah tahu akhirnya, prosesnya tetap bisa dinikmati.
Film Whistle yang memanipulasi kematian ini akan menghibur IJ-ers hingga detik terakhir layar menjadi gelap.