Gandeng Universitas Indonesia, Cosmax Indonesia Dirikan SPF Center

Indonesian Journal, Jakarta – PT COSMAX Indonesia dan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada Jumat, 4 September 2026, di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, dengan pendirian SPF (Sun Protection Factor) Center sebagai inisiatif utamanya. Acara seremonial digelar di Kampus UI Depok dan dihadiri oleh Presiden Direktur COSMAX Indonesia, Cheong Min-kyoung, dan Direktur R&I Center, Yoon Jong-hyuk, bersama Dekan Fakultas Farmasi UI, Prof. apt. Silvia Surini, M.Pharm.Sc., Ph.D., beserta jajaran pimpinan fakultas.

Penandatanganan MoU ini merupakan langkah lanjutan dari kolaborasi riset yang telah terjalin antara COSMAX Indonesia dan Fakultas Farmasi UI. Sebelumnya, kedua institusi telah bekerja sama dalam mengeksplorasi tanaman asli Indonesia untuk pengembangan bahan aktif antipenuaan. Kolaborasi tersebut berlanjut pada pengembangan ekstrak manggis yang diformulasikan dalam sistem niosom sebagai SPF booster.

Melalui SPF Center, kerja sama kini diperluas dengan menghadirkan fasilitas pengujian yang dapat dimanfaatkan bersama, termasuk menjawab kebutuhan pengujian perlindungan sinar matahari terstandardisasi yang terus meningkat, sementara kapasitas pengujian SPF terakreditasi di Indonesia masih terbatas. Fasilitas pengujian klinis ini juga akan mencakup evaluasi pencerahan kulit, antipenuaan, serta jerawat dan iritasi. Kedua institusi selanjutnya akan memfinalisasi tata letak SPF Center, melanjutkan pembangunan fasilitas, serta mempersiapkan tenaga operasional dan sistem pengujian. Sebagai fasilitas yang menggabungkan keahlian riset Fakultas Farmasi UI dan pengalaman COSMAX dalam pengembangan produk kosmetik berbasis riset, kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri dan akademisi dengan mempersingkat proses dari hasil penelitian menuju penerapan komersial di industri kecantikan.

Dalam sambutannya, Presiden Direktur COSMAX Indonesia, Cheong Min-kyoung, menegaskan bahwa perjanjian ini lebih dari sekadar langkah prosedural. “Kami memandang MoU hari ini bukan sekadar perjanjian formal, melainkan fondasi bagi kemitraan yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa penyatuan pengetahuan dan sumber daya akademisi serta industri memungkinkan kedua pihak mempercepat pengembangan riset, mendorong transformasi hasil penelitian menjadi inovasi produk yang bermanfaat bagi konsumen, serta memberikan kontribusi nyata di luar konteks pengembangan produk semata. Aspek ini juga mencakup pertukaran pengetahuan dan teknologi, penelitian bersama, pengembangan teknologi inovatif, serta program pertukaran mahasiswa dan peneliti. “Bagi COSMAX Indonesia, inovasi bukan hanya soal mengembangkan produk baru. Inovasi adalah tentang menghubungkan pengetahuan, teknologi, dan manusia untuk menciptakan nilai yang bermakna,” ujarnya, sebelum menutup sambutan dengan ajakan untuk menjelajahi inovasi, menciptakan masa depan, dan bertumbuh bersama.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas riset dan pengujian dalam negeri, melainkan juga menjadi wadah bagi pengembangan talenta generasi masa depan dan kolaborasi berkelanjutan antara akademisi dan industri dalam mendukung kemajuan industri kosmetik Indonesia.

Community Podcast

Latest articles

Related articles