Indonesian Journal, Jakarta – 100% Manusia Film Festival akan kembali digelar untuk ke-10 kalinya dengan menyuguhkan 86 judul film dari 21 negara, diantaranya Austria, Belanda, Filipina, Kamerun, Madagaskar, Meksiko, Myanmar, Nepal, Spanyol, Swedia, dan Vietnam, yang dapat dinikmati secara gratis di 11 venue di Jakarta, Bali, dan Yogyakarta.
“Di tengah dunia yang semakin mudah memberi label kepada orang lain, festival ini mengajak kita untuk kembali melihat manusia sebagai manusia. Saya berharap semakin banyak orang datang, menonton, berdiskusi dan merasakan sendiri bagaimana film dapat membuka hati,
memperluas perspektif, serta menunjukkan bahwa empati adalah bahasa yang mampu melampaui berbagai perbedaan,” ungkap Hannah Al Rashid, aktris yang membintangi Lyora: Penantian Buah Hati (2025), Mirage: Eigenstate (2024), dan Never Back Down: Revolt (2021) dan juga Duta Festival dari 100% Manusia Film Festival 2026.
Dengan mengangkat tema ‘A Decade of Love Launguage’, dimulai dari 6-15 Agustus 2026, 100% Manusia Film Festival akan dibuka dengan kompilasi film pendek Indonesia yang menghadirkan kisah cinta dalam berbagai bentuk: hangat, sederhana, pergulatan, hingga keberanian untuk tetap mencintai di tengah situasi yang sulit. Keenam film ini adalah Waktu Luang (Tangerang), Folding Sadness (Medan), Malam Sepanjang Nafas (Kupang), BAGUS: Dancing Like a Lady (Magetan), Parade si Rambo (Jakarta) dan Selamat Tidur, Adil! (Sidoarjo).
Selain pemutaran film, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai program non-film yang mengajak masyarakat berdialog mengenai kemanusiaan, keberagaman, dan inklusivitas melalui seni, literasi, musik, hingga kegiatan komunitas.
Dalam rangka memperkuat jejaring festival film di Asia Tenggara, 100% Manusia Film Festival tahun ini juga menghadirkan Cinema Without Borders yang merupakan hasil kolaborasi dengan Movies That Matter Festival di The Hague. Program pengembangan kapasitas ini diikuti oleh 14 peserta dari berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan festival film, kolaborasi lintas negara, serta penguatan ekosistem perfilman independen di kawasan.
Puncak lokakarya Cinema Without Borders adalah 100% Meet The Festivals yang akan berlangsung pada 10 Agustus 2026 di Erasmus Huis Jakarta. Di acara ini, para peserta akan mempresentasikan festival film mereka kepada publik, dilanjutkan dengan pemutaran lima film pendek Asia Tenggara yang dirangkum dalam 100% SEAblings, yaitu Sotong (Malaysia), Dark Zomia (Myanmar), Nothing Gentle in the Shadow (Malaysia), What Will Happen Tomorrow? (Myanmar), dan Untitled Document (Vietnam).
