Monday, April 13, 2026
Home Ekonomi Kemendag Buktikan Program Pendampingan Terpadu Bawa UMKM Tembus Ekspor

Kemendag Buktikan Program Pendampingan Terpadu Bawa UMKM Tembus Ekspor

Menteri Perdagangan, Budi Santoso kunjungi CV Berkah Pangan Nusantara dan PT Andara Cantika Indonesia di Kabupaten Sidoarjo

0
11

IndonesianJournal.id, Sidoarjo – Kementerian Perdagangan terus memperkuat dukungannya dalam mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas hingga menembus pasar global. Komitmen ini ditegaskan Menteri Perdagangan Budi Santoso saat mengunjungi CV Berkah Pangan Nusantara dan PT Andara Cantika Indonesia di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Jumat, (10/4). Kedua UMKM merupakan alumni Export Coaching Program (ECP) Kemendag untuk mencetak eksportir.

“Kunjungan kali ini untuk memberikan dukungan sekaligus melihat langsung kemampuan UMKM hasil program pendampingan ekspor terpadu Kemendag. Kami akan terus memperluas jangkauan program melaui penguatan desain kemasan agar sesuai dengan standar negara tujuan, strategi penjenamaan kemitraan ritel modern; serta ekspansi pasar pasar luar negeri,” kata Mendag Budi Santoso.

Turut mendampingi mendampingi Mendag Budi Santoso pada kegiatan tersebut, yaitu Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Mardyana Listyowati dan Direktur
Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal S. Shofwan.

CV Berkah Pangan Nusantara menjadi potret nyata keberhasilan transformasi UMKM lokal menuju
global UMKM asal Sidoarjo yang bergerak di industri makanan olahan ini mengunggulkan produk tepung bumbu siap pakai dengan berbagai merek dagang, yaitu Syaza, Syakura, Geprek Crispy, dan Dapoerkoe.

Komitmen terhadap kualitas dibuktikan dengan kepemilikan sertifikasi yang komprehensif, mulai dari sertifikat Halal, sertifikat Manufacturing Practice (GMP), hingga standar internasional keamanan pangan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP).

Pemilik CV Berkah Pangan Nusantara, Ryza Sulistyanawati, mengungkapkan pengalamannya mengikuti ECP. Ia mengakui, program tersebut membuka wawasannya mengenai mekanisme ekspor, sekaligus mengikis keraguan yang selama ini ia rasakan.

“Saya jadi tahu cara bertransaksi dan negosiasi dengan buyer. Adanya pendampingan dan fasilitasi dari Atase Perdagangan RI dan Indonesian Trade Promotion Center dalam verifikasi dan pencarian buyer, membuat saya percaya perusahaan kami dapat memperluas pasar,” ucap Ryza.

Keberhasilan juga ditunjukkan oleh PT Andara Cantika Indonesia alumni ECP tahun 2023. UMKM
produsen parfum dan perawatan kulit (skincare) ini telah berhasil menembus pasar ekspor ke Brunei Darussalam dan Singapura.

“Melalui ECP, pelaku usaha tidak hanya dibekali pemahaman teknis mengenai ekspor, tetapi juga
difasilitasi dalam perluasan akses pasar, promosi internasional, hingga pertemuan langsung dengan
buyer potensial,” tutup Mendag Budi Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here